LombokPost-Sebanyak 2000 lebih balita yang alami gejala stunting, berdasarkan data terkini, akan dikumpulkan di satu tempat.
Rencana ini, sebagai langkah strategis Dinas Kesehatan (Dikes) memvalidasi data dan melihat kemungkinan menurunkan kasus stunting di ibu kota.
“Next, semua anak stunting dan yang terindikasi akan kita kumpulkan di satu tempat,” kata Kepala Dikes Kota Mataram dr H Emirald Isfihan, Minggu (9/6).
Langkah mengumpulkan balita stunting ini dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan penanganan.
Dokter Emir memperkirakan data 8,6 persen balita sunting di kota saat ini masih menyertakan data tidak valid.
Ia menduga ada balita yang sebenarnya sudah terbebas dari kasus.
“Kemungkinan ada data yang tidak valid masuk. Jadi (dengan dikumpulkan di satu tempat) kita mau update, valid nggak, jumlahnya,” imbuhnya.
Rencana mengumpulkan balita Stunting ini diungkapkan dalam waktu dekat.
“Kita upayakan bisa mengumpulkan semua, bulan depan,” ucapnya.
Dokter Emir, terlihat optimis bisa mengumpulkan semua balita yang alami gejala stunting di satu tempat.
Selain dikumpulkan untuk ditimbang dan diukur ulang badannya, pihaknya juga bakal melakukan intervensi pemberian gizi dan protein secara massal.
“Kami optimis, cara ini dapat menekan balita stunting ke angka 7, 6, bahkan mudah-mudahan di angka 5 persen,” harapnya.
Para kader dikerahkan untuk mulai menyosialisasikan rencana ini.
Waktu satu bulan ke depan dinilai cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan teknisnya.
Upaya Dikes mengomandoi penangananan stunting sebelumnya, telah melahirkan beberapa inovasi.
Setelah menggandeng lembaga, saat ini dikes mengajak paguyuban pengusaha dalam rangka membantu suplai makanan bergizi untuk balita stunting.
“Tahun lalu kita gandeng (emiten) di bursa efect, kemudian ada BI. Sekarang kita gandeng donatur, salah satunya ada dari Jawara (Jawa-Madura),” paparnya.
Sebelumya, anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram I Gusti Bagus Hari Sudana menanyakan langkah dan inovasi penanganan stunting di ibu kota.
Ia mendorong, dilakukan upaya lebih efektif lagi, agar kasus stunting di ibu kota bisa sekecil-kecilnya, bahkan nol kasus.
Target ini berkesesusian, mengingat posisi Mataram sebagai ibu kota sehingga, barometer penanganan pembangunan manusia.
“Kita ingin kadisnya yang masih baru dan muda, bisa membuat inovasi yang lebih efektif lagi menekan kasus stunting ini,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida