Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berebut Dukungan “Bintang Mercy” di Pilwali Mataram, Usai Dilamar Arya, Demokrat Dirayu Mohan

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 24 Juni 2024 | 13:48 WIB
RAYUAN POLITIK: Ketua Tim Penjaringan Cakada Partai Demokrat Kota Mataram I Gusti Bagus Hari Sudana Putra saat menerima berkas pendaftaran H Mohan Roliskana yang diserahkan. (ZAD/LOMBOK POST )
RAYUAN POLITIK: Ketua Tim Penjaringan Cakada Partai Demokrat Kota Mataram I Gusti Bagus Hari Sudana Putra saat menerima berkas pendaftaran H Mohan Roliskana yang diserahkan. (ZAD/LOMBOK POST )

LombokPost-Partai Demokrat menjadi partai berikutnya yang diperebutkan para figur.

Partai berlambang bintang mercy ini, punya empat kursi di DPRD Kota Mataram berdasarkan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Sebelumnya, tim dari Lalu Aria Dharma yang juga Sekwan di DPRD Kota Mataram melamar dukungan partai tersebut.

Sehari kemudian, sejumlah elite DPD 2 Partai Golkar Kota Mataram menyambangi kantor DPC Partai Demokrat Kota Mataram untuk merayu partai tersebut bergabung dalam koalisi pengusung H Mohan Roliskana.

“Golkar dan Demokrat punya hubungan baik,” kata Juru Bicara Tim dari DPC Partai Golkar Kota Mataram Rino Rinaldi, Sabtu (22/6).

Hubungan kedua partai, lanjut Rino, tercermin pula di tingkat nasional, melalui panggung Pilpres 2024.

Kedua partai tergabung dalam keluarga besar Koalisi Indonesia Maju (KIM), sukses memenangkan Prabowo-Gibran.

Rino berharap, kemesraan Golkar-Demokrat di Pilpres, berlanjut di Pilwalkot Mataram 2024.

“Kami berharap, jejak kebersamaan itu dapat tersambung hingga Pilkada 2024,” rayunya.

Elite Golkar Kota Mataram mengisyaratka keinginan KIM linier sampai kota.

Hal ini menguntungkan dalam membangun kebijakan strategis, mempercepat kemajuan pembangunan di Kota Mataram.

Sebagai gambaran situasi politik terkini, sejumlah figur tengah berebut dukungan parpol. Sementara itu, Belum ada satu pasangan calon (paslon) deklarasi dan mengamankan tiket dukungan tampil di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Mataram 2024.

Tak hanya penantang, namun petahana (baca: Mohan Roliskana) berjibaku menyusun koalisi. Partai-partai di papan atas, tengah, hingga bawah tak luput diperbutkan.

Sejauh ini, untuk bakal calon wali kota (bacawakot), telah muncul tiga nama. Antara lain H Mohan Roliskana, Abd Rahman, dan Lalu Aria Dharma.

Sementara di posisi bakal calon wakil wali kota (bacawawakot), ada nama TGH Mujiburrahman, H Badruttamam Ahda, dan H Weis Arqurnain. Mereka tengah berebut dukungan parpol sebagai kendaraan politik tampil di Pilwalkot Mataram 2024.

Belum ada deklarasi bakal pasangan calon (bapaslon) menggambarkan situasi politik ibu kita masih sangat cair. Situasi ini dipengaruhi pula oleh tidak ada parpol yang dapat mengusung paslon sendiri. Partai-partai harus berkoalisi untuk mencukupkan dukungan minimal delapan kursi anggota DPRD.

Berbeda dengan Pilwalkot Mataram terdahulu. Golkar misalnya, pernah menjadi partai yang bisa mengusung paslon tanpa harus berkoalisi.

Seperti di Pilwalkot Mataram 2020 silam, Golkar memiliki sembilan kursi (hasil Pileg 2019) sudah melampaui dukungan syarat minimal kursi untuk mengusung pasangan calon (paslon).

Sementara saat ini, Golkar hanya memiliki tujuh kursi. Partai warisan orde baru itu tidak ada pilihan, harus berkoalisi dengan partai yang minimal punya satu kursi.

Ketua Penjaringan DPC Partai Demokrat Kota Mataram I Gusti Bagus Hari Sudana Putra mengatakan, partainya belum menentukan arah dukungan politik di Kota Mataram.

“Mekanismenya secara umum ditentukan melalui survei,” ucapnya.

Rayuan dari sejumlah figur untuk berkoalisi akan diputuskan secara rasional. Demokrat ditegaskannya ingin menghadirkan bapaslon yang punya gagasan segar, cerdas, dan relevan dengan kondisi daerah saat ini.

Gus Arik juga menekankan tentang sikap partainya pada figur yang berani membuat terobosan.

“Seperti ketua umum kami masih muda, beliau selalu berani tampil beda. Kami ingin mengusung figur calon wali kota seperti ketua umum kami,” tegasnya.

Penentuan siapa figur yang akan diusung, menjadi ranah DPP.

Tetapi DPC juga diberi ruang proporsional oleh DPP untuk memberikan gambaran tentang politik ibu kota dan latar belakang figur yang mendaftar.

“Kami optimis, bisa menang di Pilkada kali ini,” pungkasnya. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
#Demokrat #partai