LombokPost-Pemkot Mataram turut membantu menyukseskan MXGP di eks Bandara Selaparang, 29-30 Juni dan 6-7 Juli 2024.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram bakal mempersiapkan tenda untuk menunjang event motocross kelas internasional tersebut.
”Ada 35 tenda yang kita sediakan,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto.
Dari 35 tenda bakal diisi sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Mataram. Satu tenda diisi dua UMKM.
”Ada 70 pelaku UMKM yang terlibat,” jelasnya.
Tenda disiapkan secara gratis. Itu membantu para pelaku UMKM memasarkan produknya.
”Pelaku UMKM yang terlibat ini kebanyakan bergerak di bidang kuliner. Kalau tidak salah besarnya 80 persen,” bebernya.
Sisanya nanti akan diisi pelaku UMKM yang bergerak di bidang lain. Seperti, Kriya dan fashion.
”Nanti juga kita libatkan Dekranasda Kota Mataram untuk memasarkan produknya,” kata dia.
Momen ini harus dimaksimalkan untuk memasarkan produk lokal.
Karena, event tersebut berkelas internasional.
“Jadi, penontonnya bukan hanya warga Mataram. Tetapi juga luar daerah dan luar negeri,” bebernya.
Lokasi tenda tersebut akan diletakkan di dekat panggung hiburan rakyat.
Rencananya, pada penyelenggaraan event itu, penyelenggara juga akan mengundang artis ibu kota.
”Pasti bakal ramai di kawasan itu,” ucapnya.
Kabid Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram Mamluatul Chair mengatakan, penempatan UMKM yang akan mengisi tenda ditentukan selektif.
Mereka harus sudah memiliki kriteria.
”Seperti, memiliki PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), sertifikat halal, dan memang memiliki produksi,” terangnya.
Karena yang dibutuhkan untuk pemasaran adalah pelaku yang intens mengeluarkan produk. Tidak hanya pelaku UMKM yang muncul tenggelam.
”Munculnya hanya pada saat penyelenggaran event,” ujarnya.
Momen MXGP itu menjadi pemasaran produk yang berkelanjutan. Sehingga dibutuhkan pelaku UMKM yang survive.
”Ini kan perlu pemasaran hasil produk jangka panjang. Sehingga, pelaku UMKM yang bergerak di bidangnya dapat mengembangkan produksinya,” ungkapnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida