Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal Lempot Umbaq, Tradisi Adiluhung Suku Sasak-Lombok, Ditenun Wanita yang Tak Sedang Haid (bagian 3 -Habis)

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 26 Juni 2024 | 16:05 WIB
SARAT MAKNA: Penampakan Lempot Umbaq yang telah selesai ditenun. (ZAD/LOMBOK POST)
SARAT MAKNA: Penampakan Lempot Umbaq yang telah selesai ditenun. (ZAD/LOMBOK POST)

LombokPost-Pembuatan Lempot Umbaq dilambari prosesi mengandung makna yang luhur.

Sejak ngane (persiapan benang tenun) sampai meleng (memotong) sarat nilai-nilai spiritualistik.

Setelah prosesi ngane yang dilambari doa-doa dan zikir, seorang penenun akan mulai mengerjakan Lempot Umbaq.

Penenun seorang wanita yang tidak sedang haid.

Ukuran kain ini tak selebar kain songket dan sejenisnya. Hanya beberapa telapak saja.

Sementara panjangnya, mencapai satu meter atau lebih. Secukupnya untuk menggendong bayi.

“Lempot Umbaq juga dimaknai sebagai penaut garis keturunan,” ucap Muksin.

Walaupun Lempot Umbaq adalah warisan luhur suku Sasak tidak semua warga Sasak menjalani prosesi ini.

“Ada yang tidak menjalani tradisi ini. Ada juga yang memilih meninggalkannya (setelah sebelumnya melakukan prosesi ini),” ujarnya.

Namun, apapun alasan setiap orang, kenyataannya Lempot Umbaq telah menjadi pembeda.

Bahwa, ada masyarakat yang masih menjaga tradisi ini dan ada yang meninggalkannya.

“Saya tidak bisa bicara apa akibatnya kalau membuat dan tidak membuat, karena pasti subjektif. Tapi kalau boleh berpesan, bagi yang masih menjalani tradisi ini, mari kita kaji kandungan luhur di dalamnya. Di dalamnya ada ilmu jati diri suku Sasak. Lomboq Mirah Sasak Adi,” nasihatnya lembut.

Kembali ke prosesi pembuatan Lempot Umbaq, usai ditenun tahapan selanjutnya adalah meleng atau pemotongan.

Prosesi ini sarat makna.

Di desa ini, di mana Lombok Post menyaksikan pembuatan Lempot Umbaq, pemotongan dilakukan di sebuah tempat yang disebut Kemaliq.

Secara harfiah Kemaliq merujuk pada situs yang dikeramatkan atau disucikan.

Tetapi penulis lebih condong ke makna lokasi yang memiliki nilai sejarah. Terutama pada peran sosok di balik lokasi bersejarah itu.

Warga di desa ini, mendatangi Kemaliq yang berlokasi di Embung Puntiq.

Di sana terdapat makam seorang tokoh penyebar agama Islam yang salih.

Tokoh itu, memiliki peran sangat besar dalam membangun peradaban masyarakat di kawasan tersebut.

Pemotongan Lempot Umbaq di lokasi itu sarat makna untuk menyambung tali perjuangan sang ulama.

Mendoakan agar kelak sang anak menjadi pejuang agama, bangsa, dan negara. Serupa perjuangan ulama yang dimakamkan di tempat tersebut.

“Prosesi pemotongan Lempot Umbaq kembali dibarengi zikir dan doa, serta berbagi rezeki melalui dulang-dulang (nampan, Red) berisi makanan terbaik yang bisa disuguhkan pemilik acara,” ucapnya.

Serupa buku atau kitab berisi tulisan yang kaya hikmah, Lempot Umbaq pun akan disimpan dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Diletakan di tempat yang aman, bahkan khusus.

Dalam perkembangan tradisi Lempot Umbaq, muncul keyakinan-keyakinan yang bernuansa mistis.

Penulis menyampaikan di sini dalam rangka memperkaya khazanah ini budaya.

Keyakinan itu antara lain, jika tidak dirawat dengan baik, Lempot Umbaq dipercaya dapat mempengaruhi perilaku sang anak di kemudian hari.

Seperti jatuh sakit yang sulit disembuhkan secara medis. Lainnya lagi, ia menjadi sosok yang tidak dihargai di lingkungannya.

Bagi yang telah dibuatkan Lempot Umbaq sejak bayi, benda ini menyertainya dalam beberapa tradisi adat lainnya.

Semisal Praq Api atau ketika pusar sang bayi mengering dan terlepas. Kemudian, sang bayi diberi nama.

“Selain Lempot Umbaq ada juga Lempot Kuning. Di kami, Lempot Kuning yang menyertai bayi untuk beberapa acara itu,” ucapnya.

Lempot Umbaq menjadi semacam kawan yang menyertai sang anak sejak kecil hingga dewasa.

Benda ini menemani saat prosesi Umbaq Ragi Empung Puntiq atau usaha mengobati anak yang kerap memakan benda kotor.

Ada juga Umbaq Ragi Sleemeng yakni upaya merawat anak yang nakal agar baik dan patuh kepada orang tua. 

Umbaq Ragi Bidedari Ngamuk untuk merawat anak yang suka marah dan merusak.

Umbaq ragi Buaq Bunut untuk merawat anak yang sering bisul. Umbaq Ragi Budi Dane, untuk merawat anak yang rewel. 

Hingga Umbaq Ragi Budi Sardi untuk merawat anak-anak yang berkelakuan banci. (zad/r3)

 

Editor : Kimda Farida
#Sasak #Adat