LombokPost-Pemkot Mataram telah menerima informasi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongoq.
Sebagai antisipasinya, pemkot sedang mencari alternatif pembuangan selama penutupan berlangsung.
“Informasinya, Sabtu ini (besok) mulai ditutup,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi saat ditelepon, Jumat (27/6).
Penutupan ini diperkirakan berlangsung selama lima hari.
Akses semua kendaraan pengangkut sampah akan ditutup total baik yang datang dari wilayah Kota Mataram maupun Lombok Barat.
“Kami sedang berupaya berkoodinasi dengan Pemkab Lobar barangkali ada lokasi yang bisa digunakan bersama sementara selama penutupan ini,” ucapnya.
Pembicaraan juga menyangkut kontribusi biaya yang harus dikeluarkan pemkot.
“Juga lokasi tujuan pembuangan,” ujarnya.
Sebagai informasi, penutupan TPA Kebon Kongoq dilakukan terkait perluasan areal TPA.
“Lokasi yang ada saat ini sudah full,” ucapnya.
Penambahan luas lahan sebesar 13 are.
Hal ini diharapkan dapat memperpanjang umur TPA hingga akhir tahun 2024 ini.
“Sebelum lahan perluasan (13 are bisa dipakai), terlebih dahulu akan dipasangi geomembran. Perkiraan waktu pemasangan selama lima hari,” ucapnya.
Dampak penutupan selama lima hari ini diperkirakan cukup serius pada kota.
Oleh karenanya, selain mencari lahan alternatif, LH juga mempertimbangkan opsi terburuk sampah diendapkan di TPS masing-masing.
“Iya kita endapkan sementara di Kota Mataram,” ucapnya.
Pihak Dinas LHK Provinsi NTB juga belum memberikan alternatif lokasi lain setelah mengumumkan menutup TPA.
“Kita juga masih menunggu perkembangan informasi (penanganan sementara),” paparnya.
Produksi sampah di Kota Mataram setiap hari mencapai 220 ton sampah. TPST Modern Sandubaya yang mulai beroperasi baru mampu mengolah kurang dari seperlima produksi sampah tersebut.
“Kapasitasnya sekitar 40 ton/hari bisa diolah,” ucapnya.
Dengan kata lain, akan ada 180 ton sampah tambahan mengendap setiap harinya selama penutupan.
Jika penutupan berlangsung selama lima hari maka diperkirakan 900 ton sampah menjejali ibu kota.
Sebelumnya, Dinas LHK Provinsi NTB menyampaikan kabar penutupan TPA Kebon Kongoq.
Hal ini karena TPA mengalami kelebihan kapasitas.
Kepala Bidang Persampahan dan Pencemaran Lingkungan, Dinas LHK NTB, Didik Mahmud Gunawan mengatakan pemerintah menyiapkan lahan jangka pendek untuk menambah usia TPA sampai Desember 2024.
Saat ini dilakukan proses pemasangan geomembran di sekitar lahan tambahan.
Lapisan ini berfungsi untuk kedap dan penutup tumpukan sampah.
Lapisan ini mencegah pencemaran air dan tanah. “Nanti yang kerjakan PUPR,” terangnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida