LombokPost-Website Pemkot Mataram rentan diserang hacker.
Hal itu perlu diantisipasi.
Pemkot Mataram semakin memperkuat pengawasannya.
Mereka membentuk tim tanggap penyusup website.
"Kita bentuk itu sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat,” kata Kadiskominfo Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa.
Pembentukan tim tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Tim yang dibentuk itu sudah mendapatkan pelatihan.
”Ada beberapa orang yang kita kirim mengikuti pelatihan itu,” terangnya.
Tim yang sudah dibentuk disebut CSIRT (Computer Security Incident Response Team).
Tim tersebut beranggotakan perwakilan pegawai dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
”Mereka memiliki kompetensi menangkal serangan cyber yang merusak website milik Pemkot Mataram,” kata dia.
Yang paling banyak menjadi catatan adalah beberapa website milik Pemkot Mataram diserang hacker judi online. Kondisi itu sangat mengganggu website.
”Saat dibuka lemot,” terangnya.
Selain itu, pada website Pemkot Mataram juga terpampang situs judi online.
Jangan sampai anggapan masyarakat, Pemkot Mataram mendukung aksi judi online.
”Kalau ada masyarakat yang melihat sponsor judi online pada website kami, itu disebabkan diserang hacker judi online,” kata dia.
Saat ini, Pemkot Mataram memiliki komitmen untuk memberantas judi online.
Bahkan, pak Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sudah memberikan atensi kepada pegawai dan masyarakat untuk tidak lagi bermain judi online.
”Karena dampaknya sangat besar pada kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Untuk mendukung atensi wali kota mataram, Diskominfo telah memanfaatkan berbagai laman jejaring media sosial. Seperti facebook, instagram, twitter, TikTok, dan sebagainya.
”Kami meminta masyarakat untuk menjauhi judi online. Itu sebagai bentuk komitmen Kota Mataram turut membasmi praktik judi online,” tegasnya.
Sementara serangan cyber dalam bentuk lain belum ada. Karena, setiap situs yang dibuat sudah berada di bawah pantauan BSSN juga.
“Kalau serangan hacker untuk mengutak-atik website kita sampai sekarang belum ada. Mudahan tidak pernah terjadi,” harapnya.
Dengan terbentuknya tim CSIRT itu diharapkan pelayanan dengan sistem digital tetap berjalan mulus. Sehingga masyarakat bisa mengakses dengan cepat.
”Pelayanan digital dapat mempermudah kinerja kita memberikan pelayanan,” pungkasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida