LombokPost-Lombok Filmaker Forum bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Mataram menggelar Festival Film Sangkareang 2024.
Selain menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat di bidang seni perfilman, kegiatan itu juga diharapkan dapat melahirkan filmmaker muda di Kota Mataram.
“Kami bersyukur kegiatan ini disambut hangat oleh Dinas Pariwisata Kota Mataram. Kegiatan ini memang kami hajatkan untuk melahirkan karya-karya terbaik filmmaker muda. Yang nantinya dapat menjadi kado untuk ulang tahun Kota Mataram di 31 Agustus mendatang,” kata Direktur Festival Film Sangkareang Budi Triono pada Lombok Post, Minggu (14/7).
Festival Film Sangkareang akan diawali dengan program Road To Festival.
Kata Budi, kegiatan tersebut akan diisi dengan sejumlah kegiatan pemutaran film dan diskusi regular di sejumlah lokasi di Kota Mataram.
Selanjutnya, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan Workshop Film Pendek pada tanggal 27 sampai 28 Juli 2024, dan dilanjutkan dengan kompetisi film pendek pada 29 Juli sampai 29 Agustus 2024. Terakhir akan ada pemutaran film dan master class pada 12 sampai 13 September 2024.
“Terakhir malam anugerah pada 14 September 2024. Awalnya kita mau tepat di hari ulang tahun Kota Mataram. Tapi karena sudah kegiatan, jadi kita undur,” jelas Budi.
Budi berharap kegiatan tersebut dapat diikuti dan dimeriahkan tidak hanya oleh para sineas muda di Kota Mataram, tapi juga masyarakat pada umumnya.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan diadakannya festival itu adalah untuk menciptakan regenerasi bagi para sineas dan filmmaker di Lombok pada khususnya dan NTB pada umumnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menyambut baik gagasan dari anak-anak muda dan seniman di Kota Mataram.
“Komunitas perfilman menyambut baik perhatian Pemerintah Kota Mataram terlebih Walikota H Mohan Roliskana dalam mengakomodir hobi yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi kreatif film ini. Ini juga jadi kado ulang tahun Kota Mataram tanggal 31 Agustus mendatang,” kata Cahya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi den merangsang tumbuh kembangnya ekosistem perfilman yang baik di Kota Mataram.
Dengan harapan besar lainnya, ekonomi kreatif di sektor seni perfilman tumbuh baik dan dapat dirasakan manfaatnya.
“Tidak hanya oleh para sineas itu sendiri. Melainkan juga masyarkat Kota Mataram pada umumnya,” terangnya. (tih/r3)
Editor : Kimda Farida