Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Andalkan Inovasi "Ibu Harum" di Ajang TTG XXV

Galih Mega Putra S • Rabu, 17 Juli 2024 | 18:30 WIB
H Mansur. (HARLI/LOMBOK POST)
H Mansur. (HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemkot Mataram turut pamerkan inovasi pengolahan sampah pada Teknologi Tepat Guna (TTG) XXV di Mataram.

Yang ditunjukkan adalah pengolahan sampah integrasi Ibu Harum (Integrasi Budidaya Perkotaan Hanya di Rumah).

”Ini merupakan pengolahan sampah yang terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan keluarga,” kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram H Mansur.

Inovasi itu dibuat warga Kecamatan Selaparang.

Mereka bergerak bersama mengurai sampah rumah tangga menjadi maggot.

“Itu digunakan untuk pakan ternak, seperti unggas, ikan. Mereka hasilkan sampah dari lingkungannya sendiri dikelola lalu hasilnya digunakan sendiri,” terangnya.

Program Ibu Harum ini merupakan salah satu binaan yang tergabung dalam Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) yang dibuat Brida Kota Mataram.

Inovasi itu sudah teruji, meraih juara 1 pada tingkat NTB.

”Sekarang kita mewakili NTB di TTG tingkat nasional,” ujarnya.

Sebenarnya inovasi yang lahir dari masyarakat Kota Mataram cukup banyak. Tidak semua bisa dipamerkan di TTG Nasional tersebut.

”Jadi kami hanya bisa tampilkan melalui foto dan bentuk video,” bebernya.

Sehingga jika masyarakat tertarik dengan inovasi masyarakat Kota Mataram yang lain bisa langsung dipesan. Misalnya saja, mesin pembuatan tusuk sate.

”Mesin itu diciptakan sendiri langsung sama masyarakat itu,” terangnya.

Ke depan, inovasi itu akan terus dikembangkan. Karena, alat mesin pencetak tusuk sate itu tidak bisa diproduksi dalam jumlah banyak.”Jadi tidak bisa layani jika ada pesanan banyak,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga mesin pengolahan bahan makanan yang dibuat masyarakat. Itu cukup banyak peminatnya.

“Kendalanya sama tidak bisa lakukan dalam produksi jumlah yang besar,” kata Mansur.

Mereka yang masuk dalam Posyantek itu tetap disuport Pemkot Mataram. Paling tidak memberikan anggaran untuk meningkatkan kualitas inovasi mereka.

”Tetap kami berikan anggaran melalui pengusulan proposal. Agar mereka tetap memiliki semangat berkreasi dan tetap intens membangun komunikasi demi membangun inovasi yang lebih baik di Kota Mataram,” tutupnya. (arl/r3)  

Editor : Kimda Farida
#TTG #Mataram