Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerakan Pangan Murah, Ratusan Warga di Monjok Timur Serbu Berton Beras

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 24 Juli 2024 | 10:38 WIB
DITUNGGU WARGA: Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Bapanas, Maino Dwi Hartono, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan H Lalu Jauhari saat meninjau GPM di Monjok Timur. (ZAD/LOMBOK POST )
DITUNGGU WARGA: Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Bapanas, Maino Dwi Hartono, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan H Lalu Jauhari saat meninjau GPM di Monjok Timur. (ZAD/LOMBOK POST )

LombokPost-Ratusan warga di Kelurahan Monjok Timur sejak pagi hingga siang hari berbondong-bondong menyerbu kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram.

Di kegiatan tersebut warga dapat membeli berbagai kebutuhan pangan, terutama beras dengan harga lebih murah.

Kegiatan yang paling ditunggu-tunggu warga ini sesungguhnya, diadakan dalam rangka HUT Badan Pangan Nasional (Bapasnas) ke 3 dan untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Kota Mataram.

Kegiatan diselenggarakan di halaman Masjid Al Falah Kelurahan Monjok Timur. 

Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Bapanas, Maino Dwi Hartono.

Ia mengapresiasi atas kemeriahan acara tersebut, sekaligus meminta pada dinas ketahanan pangan terus menjalin komunikasi dengan stakeholder pemasok pangan di kota.

“Selalu pantau harga pangan dan komunikasi terus dengan para distributor untuk menjaga kestabilan harga,” katanya,  (23/7).

Kegiatan ini sukses membantu meningkatkan daya beli masyarakat dengan hadirnya harga pangan yang lebih murah.

“Meski harga pangan lebih murah tapi tetap berkualitas,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram H Lalu Jauhari.

Masyakat dapat membawa pulang pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Hal ini membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga.

GPM juga selama ini terbukti sukses menekan laju inflasi di Kota Mataram.

“Tidak ada lonjakan harga bahan pokok yang berlebihan di ibu kota,” ucapnya.

Kota Mataram sebagai daerah barometer inflasi  memiliki wilayah yang sensitif dengan gejolak  harga pangan.

Sehingga GPM berulangkali digelar di Kota Mataram.

Komoditi pangan pada kegiatan GPM ini merupakan pembentuk inflasi (volatile food).

 “Ada beras, gula konsumsi, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, dan minyak goreng serta komoditas pangan lainnya yang disediakan oleh petani, peternak, Gapoktan,” terangnya.

Pihaknya dinas juga mempersilakan ritel membawa bahan non pangan agar produk yang ditawarkan ke masyarakat lebih variatif.

Adapun vendor yang berpartisipasi anatat lain Bank Indonesia; Bulog Kanwil NTB; PT Rajawali Nusantara Indonesia; PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

PT Sugai Budi Group; PT Proteindotama Cipta Pangan Best Meat; PT. Ruby Starindo; CV 88; CV Puta Jaya Kencana; CV Shinta Surya Makmur; CV Niaga Sriwijaya; Zahara Frozen Food; Balai Benih Ikan; PT Kimia Farma; dan Gapoktan.

Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan , Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Faesal Abdussamad mengatakan GPM langsung diadakan di tengah masyarakat.

“Hal ini bertujuan mempermudah akses, sehingga masyarakat tidak memerlukan biaya transportasi lagi untuk menuju lokasi,” ucapnya.

Distributor dan vendor yang didekatkan ke masyarakat dengan memberikan harga jual yang lebih murah dari harga dipasar. Berbagai jenis komoditas pangan yang dijual dengan harga di bawah pasar antara lain Beras SPHP dijual dengan harga Rp 11.400/kg, Minyak Goreng merk Minyakita dijual dengan harga Rp 14.000/liter.

“Telur ayam Rp 53.000/tray dan berbagai bahan pangan lainnya,” ucapnya.

Bahan pangan yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah minyak goreng yang dalam waktu satu jam terjual lebih dari 50 dus dengan nilai transaksi 10,08 juta.

Berikutnya, beras medium juga ludes sebanyak dua ton dengan nilai transaksi mencapai Rp 22,8 juta.

Begitu juga bahan pangan lain tak luput diserbu warga dengan catatan transaksi variatif. Sementara total nilai transaksi mencapai Rp 74.859.000

Lurah Monjok Timur, Sumanto memberikan apresiasi tinggi pada program GPM. “Masyarakat kami sangat terbantu dengan program ini,” ucapnya.

Walaupun kebutuhan bahan pokok di wilayahnya relatif terkendali, Sumanto mengatakan kegiatan ini mengundang antusias tinggi warganya.

“Harga bahan pokok yang murah telah memotivasi mereka berduyun-duyun untuk datang ke sini (GPM),” ucapnya.

Kepala Lingkungan Monjok Perluasan, Sanusi berharap kegiatan ini dapat lebih sering lagi.

“Terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Maulid, Lebaran, dan lain-lain,” katanya.

Warganya banyak yang antusias beli beras karena harga beras di pasaran masih relatif mahal.

“Dulu katanya usai pemilu beras akan turun, ternyata tidak turun-turun, jadi warga antusas beli beras di sini,” pungkasnya. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
#gpm #Mataram