LombokPost-Festival Layangan digelar di Eks Bandara Selaparang, Minggu (28/7).
Langit-langit di lokasi dihiasi Layang-layang berbagai bentuk.
Mulai dari burung merpati hingga layangan naga.
Penonton cukup antusias. Pemain layang-layang sempat tidak bisa menaikkan layangan naga. Dikarenakan beban bobot layangan itu cukup besar.
Butuh lima sampai tujuh orang yang menerbangkannya.
Melihat peluang itu, Pemkot Mataram akan mengambil festival tersebut. Akan dijadikan sebagai event tahunan.
"Festival ini akan kita masukkan ke kalender event pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra.
Dimasukkannya ke dalam kalender event pariwisata agar dijadikan sebagai rujukan turis datang ke Mataram. Menurutnya, festival itu sangat menarik.
"Pasti banyak turis mancanegara atau lokal yang bisa datang menyaksikan festival ini," harapnya.
Dengan begitu, festival tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kita tahu pariwisata ini juga bagian dari pendongkrak pendapatan masyarakat," ujarnya.
Pemkot Mataram juga sudah berencana dengan pihak PT Angkasa Pura yang mengelola Eks Bandara Selaparang. Tujuannya bersama-sama mengelola.
"Dengan adanya kerjasama itu dapat menguatkan pelaksanaan festival ini," ungkapnya.
Eks Bandara Selaparang merupakan bagian tempat bersejarah di Kota Mataram.
Tempat tersebut harus dikembangkan.
"Tempat ini sangat melegenda. Tempat penerbangan yang sempat menopang kemajuan Kota Mataram dahulunya," kata dia.
Menurut Cahya, lahan eks Bandara Selaparang sangat cocok untuk pengembangan pariwisata. Khususnya, pelaksanaan olahraga udara.
"Seperti paralayang dan paramotor," ujarnya.
Terpisah, Ketua Panitia Festival Layangan I Gede Galang Lintaran mengatakan, festival diikuti ratusan peserta. Artinya, penikmat layang-layang ini cukup besar di Mataram.
"Total ada 161 peserta yang ambil bagian mengikuti festival ini," kata Galang.
Kegiatan tersebut sebenarnya dilaksanakan organisasi. Aliansi Pemuda Hindu Lombok. "Ini kita gelar sebanyak tiga kali," jelasnya.
Setiap tahun, pesertanya selalu bertambah.
Menurutnya, event ini bisa menjadi rujukan Pemkot Mataram untuk dijadikan agenda tahunan.
"Ini bagian dari kreasi pemuda kita. Pemkot juga melarang kita bermain layang-layang di jalanan. Karena membahayakan pengendara. Jadi disinilah kita jadikan wadah," ungkapnya.
Berbagai jenis layangan yang diterbangkan. Seperti, layangan naga, celepuk, dan layangan bebean. "Semua layangan itu hasil kreasi para anak muda," kata Galang.
Yang dinilai dari festival tersebut adalah kekompakan. Jadi masing-masing layang diterbangkan tim.
"Kita berikan waktu 10 menit untuk menerbangkan layangan," pungkasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida