Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dishub Kota Mataram Kesulitan Cari Anggaran, Baru 13 Titik Lampu Merah Terpasang Kamera Pemantau

Galih Mega Putra S • Selasa, 30 Juli 2024 | 21:10 WIB
DIPANTAU KAMERA: Sejumlah pengendara menghentikan kendaraannya di lampu merah Tanah Aji, Mataram, kemarin (29/7). (IVAN/LOMBOK POST)
DIPANTAU KAMERA: Sejumlah pengendara menghentikan kendaraannya di lampu merah Tanah Aji, Mataram, kemarin (29/7). (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Fungsi kamera Area Traffic Light System (ATCS) cukup besar.

Selain melakukan pemantauan kemacetan juga berfungsi sebagai antisipasi terhadap kecelakaan lalu lintas.

Namun, dari 38 titik lampu merah yang ada di Kota Mataram, baru terpasang di 13 titik.

Kurang pemasangan kamera ATCS dikarenakan kesulitan mencari anggaran.

”Anggaran untuk menyediakan itu cukup besar.  Bisa sampai Rp 500 juta untuk satu titik,” kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Bambang Eko Yudarminto, Senin (29/7).

Anggaran Rp 500 juta itu untuk pemasangan perangkat, kabel, dan lainnya. Termasuk juga untuk pemasangan tiang lampu merahnya.

Sebagian pemasangan kamera ATCS itu sumber anggarannya dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sisanya, dari APBD.

”Kalau kita hanya gunakan anggaran dari PAD, tidak memungkinkan. Anggarannya mahal,” keluhnya.

Idealnya pemasangan kamera ATCS tersebut harus terpasang di semua lampu merah. Agar pemantauan dapat dilakukan dengan optimal.

”Kalau kualitas kamera ATCS yang ada saat ini cukup bagus,” terangnya.

Kamera yang dipasang di lampu merah saat ini ada dua jenis. Yakni kamera PTZ 360 derajat dan kamera fix.

”Kalau PTZ itu bisa memutar untuk memantau semua. Kalau kamera fix hanya sifatnya untuk konvensional,” beber Bambang.

Tim dari ATCS bekerja melakukan pemantauan saat jam rawan. Sejak pukul 06.00-07.30 Wita dan jam pulang kerja sekitar pukul 17.00 Wita.

”Kalau pagi itu kan kendaraan cukup ramai. Karena jam tersebut bersamaan dengan jam masuk sekolah dan jam kerja,” terangnya.

Fungsi kamera ATCS itu cukup maksimal. Bisa memantau mana titik kawasan yang memungkinkan memunculkan kemacetan.

”Sehingga kita langsung stand by di lokasi agar bisa terurai kemacetannya,” kata Bambang.

Kamera ATCS tersebut mampu melihat atau melakukan pemantauan hingga jarak 50-100 meter. Hanya saja, ketika sudah merecord kondisi lalu lintas belum bisa dilakukan zoom.

”Itu kekurangannya. Kalau pun kita mau zoom, pasti hasilnya pecah atau noise,” ungkapnya.

Saat ini, Dishub Kota Mataram masih mencari formula terhadap fungsi lain kamera ATCS.  Rencananya, akan diberikan tempat deteksi jika ada ambulans atau pejabat untuk pengamanan lewat.

”Jika sistem itu dipasang, nanti ambulans lewat yang membawa pasien bisa langsung lampu hijau. Itu perlu alat pendeteksi. Mudahan bisa kita kembangkan,” harapnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#Mataram #Dishub