LombokPost-Dua rumah yang terletak di tepian sungai kawasan Karang Sukun terancam ambruk.
Penyebabnya, talud sungai yang menjadi pondasi rumah warga, terlebih dahulu runtuh akibat derasnya arus sungai saat hujan mengguyur Kota Mataram sejak selasa siang, (30/7).
Rumah warga itu, terletak persis di samping pasar loak Karang Sukun. Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi, BPBD Kota Mataram H Mazhur membenarkan penyebab ambruknya thalud sungai.
“Betul (penyebabnya karena derasnya aliran sungai),” ucapnya, Rabu (31/7).
Mazhur mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi dan segera memberikan bantuan yang sifatnya kedaruratan.
“Baru kita garap dengan karung,” terangnya.
Sementara itu, pemilik rumah juga berupaya menahan laju tanah ambruk dengan memasangkan pagar dari bambu.
Namun, cara itu belum teruji efektif menahan arus sungai jika sewaktu-waktu sungai mengalami peningkatan debit air lagi.
Mazhur mengatakan, rumah warga yang terancam akibat ambruknya thalud sebanyak dua unit. “(Keduanya berada) di pinggiran bantaran sungai,” jelasnya.
Anggota Komisi 3 DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron, meminta pemerintah segera turun menangani persoalan ini.
“Jangan sampai tunggu korban baru bertindak,” katanya.
Ia melihat, konstruksi dinding sungai sangat rapuh. Seharusnya dengan kemiringan dinding sungai yang tajam dilakukan pemasangan bronjong.
“Sehingga rumah di bantaran sungai sungai lebih aman,” ucapnya.
Ia mengapreasi kerja BPBD yang telah turun meninjau lokasi. Di samping itu, memberikan fasilitas penahan sementara berupa karung.
Tetapi, ia berharap bantuan pemerintah tidak selesai sampai di situ. Tetapi segera mengupayakan perbaikan thalud dengan konstruksi yang lebih kokoh.
Ia lantas menyindir pemerintah yang selama ini, lebih sibuk mengurusi hal remeh-temeh ketimbang yang prioritas.
“Bukan bongkar trotoar yang setiap tahun diperbaiki, tapi (anggaran) harus cepat untuk hal-hal seperti ini terjadi,” ucapnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, pihaknya telah menerima laporan ambrolnya bronjong tersebut.
Ia mengatakan, sudah ada tim dari SDA untuk memeriksa kondisi thalud dan cipta karya yang bertugas menaksir biaya perbaikanya.
“Iya ada dua team tadi, dari SDA untuk kerusakan tanggul dan taksiran untuk bangunan dari cipta karya,” katanya.
Saat ini perhitungan tengah dilakukan. “Nanti kami sampaikan kalau sudah ada hasilnya,” ucapnya.
Pihaknya juga masih mencarikan sumber anggaran yang tepat.
“Nanti kita lihat apa dari tanggap darurat atau apa,” imbuhnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida