Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IRL NTB Wisuda 28 Siswa Sekolah Lansia

Galih Mega Putra S • Senin, 5 Agustus 2024 | 14:37 WIB
WISUDA: Sebanyak 28 siswa sekolah lansia yang dilaksanakan Yaysan Indonesia Ramah Lansia (IRL) NTB diwisuda, Sabtu (3/8).(DOK IRL NTB)
WISUDA: Sebanyak 28 siswa sekolah lansia yang dilaksanakan Yaysan Indonesia Ramah Lansia (IRL) NTB diwisuda, Sabtu (3/8).(DOK IRL NTB)

LombokPost-Yaysan Indonesia Ramah Lansia (IRL) menggelar acara wisuda bagi para siswa sekolah lansia yang ada di wilayah Kota Mataram, Sabtu (3/8).

Wisuda dilaksanakan setelah para siswa dari kalangan lansia menunaikan standar kurikulum yang diterapkan selama proses pembelajaran.

"Kami bersyukur, sekolah lansia yang dilaksanakan oleh team IRL NTB bisa terlaksana. Standar dalam kurikulum sekolah lansia telah diselesaikan sehingga pelaksanaan wisuda pada hari ini," jelas Direktur Yayasan IRL NTB Dr. Agus Supinganto.

Ia menjelaskan, IRL NTB merupakan yayasan yang bergerak pada kegiatan sosial.

IRL NTB merupakan cabang ke-13 di Indonesia.

Saat ini sudah lebih 15 cabang hadir di Indonesia dengan kantor pusat yang  berada di Yogyakarta.

Kegiatan sekolah lansia sesuai dengan kurikulum dari IRL Indonesia terdiri dari tiga standar dimana masing-masing standar diselesaikan selama satu tahun.

Masing-masing standar tersebut dijelaskannya yakni standar pertama, lansia mampu berguna bagi diri sendiri dengan tujuan mereka bisa tangguh bahagia dengan diri sendiri.

Standar kedua, lansia mempertahankan ketangguhan dan bermanfaat pada lingkup keluarga. Standar ketiga, lansia bisa menjadi duta lansia, teladan dan memberikan budi pekerti untuk pembentukan sekolah lansia lain.

"Kegiatan belajar menyenangkan sesuai dengan kebutuhan dan membuat bahagia lansia. Kegiatan belajar satu bulan sekali atau sesuai dengan kesepakatan dengan siswa," lanjutnya.

Dampak sekolah lansia selama ini, 92 persen siswa lansia memeliki pengetahuan dan sikap baik, 95 persen menyatakan indeks kepuasan atas layanan sekolah lansia serta 56 persen terwujud lansia preneur atau wirausaha dari kalangan lansia.

Agus memaparkan jika peserta wisuda berjumlah 28 orang dari 35 orang siswa yang mengikuti sekolah dengan siswa yang tertua berusia 100 tahun.

Pembelajaran dimulai dari bulan Mei 2023 sampai dengan Juli 2024 yang bertempat di SMA 11 Mataram dan Lingkungan Majeluk Mataram.

Kegiatan sekolah lansia terdiri dari senam peregangan, pernafasan dan persendian. Kemudian pemeriksaan kesehatan secara berkala sebulan sekali.

Kemudian ada kegiatan berkebun hingga menghasilkan beberapa produk seperti kopi kobra, serbat, puding kelor dan aneka makanan olahan lainnya.

Berkebun di halaman warga yang kebetulan juga adalah siswa sekolah Lansia ( Ibu Hj, Mariamah) Dengan hasil produknya berupa kopi KOBRA SERBAT minuman khas Lombok dan PUDING Kelor yang ada di depan pintu masuk dan yang hadirin nimati saat ini.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan sekolah lansia. Mulai dari BKKBN NTB dan DP2KBP3A  Kota Mataram, kader Lingkungan Majeluk, Lurah Pejanggik dan Camat Mataram serta PKM Pejanggik," ucapnya. Termasuk ucapan terima kasih kepada Pegadaian Syariah Cabang Cakranegara atas bantuannya dengan donasi CSR.

"Harapan kami semoga program sekolah lansia sejenis bisa lebih banyak terbentuk di Kota Mataram, khususnya di masing-masing Kelurahan sehingga program ramah lansia berbasis masyarakat bisa berdampak pada kemadirian Lansia dan kasih sayang keluarga semakin bagus," pungkas Agus.

IRL NTB juga diharapkan ke depan bisa berkontribusi dalam mendukung program pemerintah dalam hal ini pendampingan Lansia dan mendukung program Posyandu keluarga dan BKL yang ada di masyarakat.

Dengan demikian, kemandirian lansia yang smart dan tangguh dapat terwujud dipenuhi kasih sayang keluarga pada lansia di rumah dan lingkungan sekitar. Muaranya adalah keluarga ramah lansia. (ton/r3/*)

Editor : Kimda Farida
#Lansia #IRL