Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah Plastik di Laut Rusak Ekosistem dan Ganggu Hasil Tangkapan Nelayan Mataram

Galih Mega Putra S • Selasa, 13 Agustus 2024 | 11:24 WIB
JARING IKAN: Sejumlah nelayan memisahkan ikan dan sampah yang terjaring di pinggir pantai Loang Baloq, Mataram, kemarin (12/8).  (HARLI/LOMBOK POST)
JARING IKAN: Sejumlah nelayan memisahkan ikan dan sampah yang terjaring di pinggir pantai Loang Baloq, Mataram, kemarin (12/8). (HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost-Sejumlah nelayan keluhkan sampah laut.

Saat mereka menjaring ikan, banyak sampah yang juga turut terjaring.

Mereka kewalahan membersihkan sampah yang tersangkut di jaring ikan.

"Ini sedikit namanya, kalau sebelum-sebelumnya banyak sekali (sampah) yang terjaring," keluh salah satu nelayan Hiras.

Jenis sampah yang terjaring kebanyakan plastik dari sisa makanan. Saat menebar jaring sampah selalu tersangkut.

"Pasti selalu ada sampah kalau sekali tebar jaring ikan," ujarnya.

Keadaan sampah merusak ekosistem laut. Buktinya ikan yang terjaring tidak terlalu banyak yang didapat.

"Kalau dulu, banyak kita dapat ikan," bebernya.

Sekarang, ikan langsung dijual ke orang yang ada di pinggir pantai. Belum bisa berharap lebih atas hasil tangkap ikan.

"Sekarang, kalau kita jual ikan langsung di pantai ini saja paling banyak Rp 200 ribu. Bahkan pernah hanya Rp 50 ribu," kata dia.

Jumlah yang didapat tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Harga bensin untuk berlayar belum tertutupi.

"Syukuri saja kalau hasilnya seperti ini. Untuk membayar nelayan lain yang membantu menjaring kita hanya bisa kasih ikan hasil tangkapan," ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, Pemkot Mataram sudah berupaya menghalangi sampah plastik yang terbawa sungai.

"Kita pasang jaring penghalang sampah disungai," kata Lale.

Tetapi ketika debit air sungai tinggi jaring tersebut diangkat. Dikawatirkan tidak mampu menahan derasnya air yang disertai dengan sampah yang dibawanya.

"Kalau kita biarkan saat air tinggi bisa jebol penjaring sampah," jelasnya.

Terkait dengan persoalan sampah di laut hanya bisa menunggu sampah terbawa ombak ke pinggir pantai dulu. Tidak bisa menjaring ke laut. "Kita juga punya armada yang terbatas," kata dia.

Penanganan sampah di pinggir pantai bukan hanya tanggung jawab dari Dinas PUPR Kota Mataram.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sudah memerintahkan seluruh camat dan lurah yang berada di sepanjang sembilan kilometer bibir pantai untuk menjaga dan membersihkan pantai.

"Jadi kita disini gotong royong," ujarnya.

Meskipun pembersihannya tidak dilakukan secara rutin. Tetapi kegiatan tetap dilakukan dengan melibatkan seluruh lingkungan di kawasan pantai.

"Yang diperlukan dalam pengananan sampah adalah kesadaran masyarakat," tandasnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#Nelayan