Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Fokus Tangani Sampah, Pemkot Mataram Bangun Bank Sampah di Kebon Talo

Galih Mega Putra S • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 13:10 WIB
PENGELOLAAN MAKSIMAL: Sejumlah pegawai di TPST Sandubaya mengerjakan pengelolaan sampah, beberapa waktu lalu. Saat ini Pemkot Mataram juga akan membangun bank sampah di kawasan. (HARLI/LOMBOK POST)
PENGELOLAAN MAKSIMAL: Sejumlah pegawai di TPST Sandubaya mengerjakan pengelolaan sampah, beberapa waktu lalu. Saat ini Pemkot Mataram juga akan membangun bank sampah di kawasan. (HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost-Penanganan sampah menjadi salah satu fokus Pemkot Mataram.

Mereka kini mendapatkan suntikan anggaran untuk membangun bank sampah.

“Kita dapat anggaran Rp 800 juta dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pemerintah pusat untuk bangun bank sampah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi.

Lokasi bank sampah itu akan dibangun di Kebon Talo, Ampenan Kota Mataram.

Di kawasan tersebut akan dijadikan sebagai induk bank sampah.

”Kita bisa targetkan bisa mengelola sampah hingga 100 ton per hari,” terangnya.

Tempat tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo.

Pembangunan TPST tersebut sedang dipersiapkan proses administrasinya. ”Kita akan segera ekspose untuk pembangunan TPST-nya ke Kementerian,” ungkapnya.

Pembangunan TPST Kebon Talo itu nantinya bisa mengelola 120 ton per hari. Sistem pengelolaannya dilakukan dengan pembakaran.

”Mudahan bisa kita bangun pada awal tahun 2025,” kata dia.

TPST Kebon Talo menjadi solusi penanganan sampah di Kota Mataram. Untuk membangun itu, Pemkot Mataram membutuhkan anggaran Rp 96 miliar.

”Itu sudah disetujui pemerintah pusat,” ungkapnya.

Selama ini, Kota Mataram hanya bergantung membuang sampah ke kawasan TPA Kebon Kongok, Lombok Barat. Rencananya, tempat tersebut akan ditutup sementara selama satu tahun.

”Itu makanya kita masih mencarikan solusi,” kata Denny.

Kota Mataram baru ini hanya bisa mengandalkan TPST Sandubaya yang sudah beroperasi. Pengelolaan sampah itu baru bisa mengcover dua kecamatan. Yakni, Cakranegara dan Sandubaya.

Di pengelolaan itu pun, masih menyisakan residu. Karena, ada beberapa sampah yang tidak bisa diolah.

“Residunya tetap kita buang ke Kongok (TPA Kebon Kongok),” ungkapnya.

Harapan ke depan, TPST Kebon Talo itu menjadi solusinya. Karena, pengelolaan sampah di kawasan tersebut nantinya tidak menyisakan residu.

“Semua sampah di tempat itu akan dibakar. Hanya akan menjadi abu,” kata dia.

Sistemnya seperti pengelolaan sampah di Singapura. Tempat pengolahan sampah dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga uap.

”Konsep seperti yang ada di Singapura itu kita tiru supaya penanganan sampah lebih efektif  di Mataram,” tandasnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#sampah #Mataram