Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang bertanggung jawab atas taman mini itu langsung melakukan perbaikan pada sisi taman yang remuk.
Kabid Sarana, Prasarana, dan Utilitas (PSU) Dinas Perkim Kota Mataram Kurnia Muliadi mengatakan, pihaknya melakukan perbaikan begitu mendapat laporan. “Sudah kami perbaiki,” katanya sambil menunjukkan foto-foto perbaikan, Minggu (13/10).
Kurnia mengatakan, remuknya salah satu sisi taman akibat tertabrak kendaraan. “Mobil yang menabraknya,” jelasnya.
Kerusahkan taman median jalan itu tak bisa dihindari akibat benturan yang keras.
“Apa pun kalau benturan keras dari mobil, pasti rusak,” imbuhnya.
Kejadian taman ditabrak seperti diinformasikannya berlangsung malam hari. “Kejadiannya malam dan setelahnya segera kami perbaiki,” ucapnya.
Kurnia mengatakan, gagasan membuat taman median jalan merupakan koordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH). Oleh karenanya, terkait perencanaan taman yang sempat dikritik anggota dewan, Kurnia mengatakan penjelasannya ada pada Dinas LH.
“Kalau terkait taman ini, sebaiknya bisa dikonfirmasi ke LH. Kita cuma bantu bikin taman median jalan,” terangnya.
Kurnia menambahkan, saat perbaikan sisi yang remuk, telah dilakukan penyesuaian dinding taman.
“Kita kurangi sekitar setengah meter panjang tamannya (dibanding median jalan), sehingga bisa lebih aman (dari potensi tersenggol kendaraan),” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron mengkritik taman median jalan tersebut.
Ia menilai, taman itu tidak dibuatkan perencanaan yang baik.
Gufron mengatakan, sebaiknya pemerintah kota fokus membangun fasilitas taman yang lebih kokoh, aman, dan lebih bagus lagi.
“Buat taman yang bagus untuk mempercantik kota, bukan hanya sekadar habiskan anggaran,” sindirnya tajam. (zad/r3)
Editor : Marthadi