CALON Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana berdiri di dekat backdrop konferensi pers jelang debat, Rabu malam (16/10). Asyik berbincang bersama sang istri, Hj Noviani Danar Kinnastri.
Dari raut mukanya tak ada ketegangan. Bercanda sambil tertawa dengan Hj Kikin panggilan akrab istrinya bersama Sekretaris DPD Golkar Firadz Pariska.
"Ya, kami memang seperti ini. Bercanda, senang, riang gembira," kata Hj Kikin.
Chemistry yang terjalin di antara keduanya sangat kuat. Di setiap langkah yang dijalani Mohan, Kikin selalu ada.
"Saya ini saling kenal bukan baru-baru. Kami sudah saling kenal sejak 1992. Sudah 32 tahun. Jadi, chemistry kita sudah menyatu," ujarnya.
Mereka saling mengenal sejak di bangku kuliah. Mereka satu kampus di Universitas Atmajaya Jogjakarta.
"Kami sama-sama mengambil jurusan komunikasi," tuturnya.
Kikin sempat bekerja di Surabaya. Kembali lagi ke Jogjakarta untuk mengajar sebagai dosen Public Relations dan Advertising di Akademi Komunikasi Indonesia.
Tahun 2000 mereka menikah. Memutuskan mengikuti suami dan menetap di Mataram. Sempat mengajar di Universitas 45 Mataram.
"Tidak lagi mengajar setelah melahirkan," bebernya.
Setelah anak berusia dua tahun, Kikin lulus mendaftar sebagai ASN. Terakhir pada 2020 jabatannya sebagai Kabid di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Jadi di kampus samaan. Bekerja sebagai ASN juga di wilayah yang sama. Jadi, semua kita sudah menjalani itu sama-sama," ujarnya.
Menurutnya, dirinya dengan H Mohan memiliki banyak kesamaan. Lahir dari keluarga politisi.
"Bapak saya memang dahulunya sebagai dosen. Tetapi terjun juga di dunia politik. Partainya juga sama. Sama-sama kuning," kata Kikin.
Di lingkungan keluarga, Kikin selalu menjaga keharmonisan. Itu berkat sosok Mohan sebagai suami yang baik.
"Sebenarnya sosok pak Haji (Mohan Roliskana) menjadi panutan saya. Kalau di luar mungkin agak pendiam. Tetapi, di lingkungan keluarga dia sangat humoris," ujarnya.
Di setiap hubungan selalu ada komunikasi. Apa yang dihadapi, selalu dibicarakan bersama.
"Berkomunikasi pun dengan diskusi. Kadang sambil bercanda dan kami selalu mesra," ungkapnya.
Pada momen politik tahun ini, Kikin yang memiliki background sebagai ASN juga mengambil cuti. Turut mengawal perjalanan proses pilkada.
"Saya juga ambil cuti di luar tanggungan negara mendampingi suami," ujarnya.
Sosok sebagai seorang istri, dirinya harus terus hadir. Memberikan pelayanan yang maksimal.
"Saya selalu berusaha memberikan ketenangan di setiap langkah. Termasuk juga pada acara debat kemarin," ungkapnya.
Sebenarnya sebelum debat, kondisi tenggorokan H Mohan Roliskana kurang baik. Sehingga perlu treatment dirinya.
"Kemarin itu agak sedikit batuk. Saya lakukan treatment. Memberikan obat. Supaya pada saat debat tenggorokannya tidak mengganggu menjawab pertanyaan-pertanyaan," ujarnya.
Kalau untuk debat dia tidak mengintervensi mengenai materi. Itu murni pemikiran H Mohan Roliskana.
"Saya hanya mempersiapkan fisik beliau. Ketenangan bisa fokus menghadapi debat kemarin," ujarnya.
Sementara itu, untuk memilih pakaian saat debat, tetap dikomunikasikan. Sehingga saat tampil pada debat terlihat sempurna.
"Sebenarnya bapak punya taste sendiri. Tinggal melihat pendapat saya. Semua tetap dikomunikasikan," bebernya. (suharli/r3)
Editor : Marthadi