Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Minta Waktu Pelaksanaan CFD di Jalan Udayana Diperpanjang, Pemkot Lakukan Kajian

Marthadi • Senin, 21 Oktober 2024 | 09:05 WIB

 

Sejumlah masyarakat menikmati car free day di Jalan Udayana Kota Mataram, Minggu (20/10).
Sejumlah masyarakat menikmati car free day di Jalan Udayana Kota Mataram, Minggu (20/10).
LombokPost-Jalan Udayana menjadi pusat pelaksanaan Car Free Day (CFD) tiap Minggu pagi. Namun du­rasi waktunya dinilai terlalu mepet. Harus selesai pukul 09.00 Wita.

”Kalau sampai jam 9 pagi itu terlalu sebentar sekali pelaksanaannya,” keluh seorang warga Gagas Roni saat ditemui di kegiatan CFD, Minggu (20/10).

Pelaksanaannya bisa di­tambah satu jam lagi, hingga pukul 10.00 Wita.

”Sehingga bisa menikmati lebih lama Jalan Udayana tanpa ada kendaraan,” ujarnya.

Warga yang datang di CFD tersebut sangat ramai. Tidak hanya itu, pada kegiatan tersebut juga disesaki para pedagang.

“Mereka memanfaatkan trotoar untuk membuka lapak sementara,” ujarnya.

Jika melihat kondisi tersebut, seharusnya tempat jualan mereka bisa ditata agar tidak menghalangi pandangan.

”Contohnya di depan Teras Udayana. Di depannya, ba­nyak sekali lapak sampai tidak bisa menikmati kawasan wisata itu. Ini seperti pasar,” kata Roni.

Orang yang ingin keluar-masuk di Teras Udayana pun harus berdesakan. ”Itu perlu penataan,” ujarnya.

Tempat jogging track pun sebenarnya juga harus di­sterilkan dari masyarakat yang menggunakannya sebagai tempat duduk.

”Jadi, masyarakat yang ingin berolahraga sambil menikmati car free day jadi terhalangi,” keluhnya.

Pjs Wali Kota Mataram Tri Budiprayitno mengakui banyak masyarakat yang meminta waktu pelaksanaan CFD diperpanjang. Namun, hal itu perlu dipertimbangkan.

”Kita harus kaji dulu untuk memperpanjang pelaksanaan kegiatannya,” kata Tri Budi.

Kawasan Jalan Udayana bukan saja dinikmati untuk CFD. Ada juga kegiatan bisnis dan kegiatan masyarakat yang lain.

“Ja­ngan sampai mengganggu pelaksanaannya juga,” ujarnya.

Jika diperpanjang hingga pukul 10.00, tentu nantinya bisa mengganggu kegiatan masyarakat lain di kawasan Udayana. “Karena akses jalan tertutup,” bebernya.

Sementara itu, terkait dengan lapak pedagang akan ditertibkan. Khususnya di kawasan Teras Udayana di depannya harus disterilkan.

”Sehingga bisa dinikmati masyarakat. Terima kasih atas masukan dari masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya juga nanti perlu mensosialisasikan ke para pedagang terlebih dahulu. Di Teras Udayana itu sudah terdapat lapak kuliner di belakang.

”Itu juga bisa dimanfaatkan,” bebernya.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Mataram Cahya Samudra menambahkan, lokasi CFD memungkinkan bisa diperpanjang hingga eks Bandara Selaparang.

”Di situ nanti bisa digunakan untuk lapak para pedagang. Terfokus tempatnya,” kata Cahya.

Jadi, sepanjang Jalan Udayana bisa dinikmati untuk jogging, jalan kaki, atau menggunakan sepeda.

”Supaya bisa dinikmati semua kalangan,” ujarnya.

Khusus yang ada di depan Teras Udayana akan dikoordinasikan dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkli). Mereka nantinya perlu ditata sehingga tidak menghalangi orang masuk ke Teras Udayana.

”Ini masukan. Nanti kita koordinasikan,” katanya. (arl/r3) 

Editor : Marthadi
#Jalan #Udayana #cfd #Mataram #pemkot #car free day