Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rebut 78.321 Suara Gen Z, AQUR dan HARUM adu Strategi dan Kreativitas

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 4 November 2024 | 12:15 WIB

 

KREATIF: Acara Gen Z Fest: Aksi Pantau Pilkada yang diadakan di SMA 6 Mataram, Sabtu (2/11).
KREATIF: Acara Gen Z Fest: Aksi Pantau Pilkada yang diadakan di SMA 6 Mataram, Sabtu (2/11).

LombokPost-Kurang dari sebulan lagi, Pemilihan Wali Kota Mataram 2024 akan dihelat. Tepatnya, pada tanggal 27 November 2024.

Dua pasangan calon (paslon) tengah berlomba berburu dukungan. Paslon nomor 1 H Lalu Aria Dharma BS, SH-H Weis Arqurnain Lc (AQUR) dan paslon nomor 2 Dr H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM).

Segmen suara yang sangat menggiurkan sebagai ceruk dukungan di Kota Mataram salah satunya, generasi Z atau Gen Z. Bawaslu Kota Mataram mengungkapkan, suara gen Z sebesar 24,43 persen.

“Sama dengan 78.321 suara,” kata Ketua Bawalsu Kota Mataram Muhammad Yusril di acara ‘Gen Z Fest: Aksi Pantau Pilkada’ sebuah acara yang bertujuan Menyosialiasikan Pengawasan Pilkada Partisipatif, Sabtu (2/11).

Puluhan ribu gen Z ini tidak hanya menjadi ceruk suara potensial. Mereka juga dapat mengambil peran melakukan pengawasan partisipatif.

“Untuk mewujudkan pilkada yang sehat, bersih, dan bebas dari politik uang,” tegasnya.

Secara persentase, pemilih gen Z jumlahnya hampir 25 persen dari total pemilih di Kota Mataram 320.604 suara. Maka, mendapatkan dukungan genzi adalah kunci mendekatkan diri ke kemenangan.

Namun melibatkan gen Z dalam politik, nyatanya gampang-gampang susah. Baik untuk untuk kepentingan dukungan atau seperti yang diharapkan Bawaslu, menjadi bagian dari elemen pengawasan partisipatif.

Dunia gen Z (1995-2009) berbeda jauh dengan tiga generasi di atasnya yang juga mewarnai komposisi pemilih di Pilkada Serentak 2024 kali ini. Tiga generasi yang dimaksud yakni generasi milenial (1980-1994), generasi X (1965-1979), dan generasi Baby Boomers (1946-1964).

Keidentikan gen Z adalah kedekatannya dengan dunia digital. Maka cara pendekatan harus diupayakan dengan langkah-langkah khas teknologi.

Gen Z memiliki karakteristik yang kreatif dan inovatif; sensitif pada isu sosial dan lingkungan; adaptif dan fleksibel; aktif dalam pergerakan; vokal mengungkapkan pendapat, mulitasking, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Paslon yang memahami karakter gen Z, punya peluang lebuh besar merebut ceruk suara mereka.

Yusril mengatakan, Bawaslu dalam kepentingannya melibatkan genzi sebagai pengawas partisipatif telah mendatangi hampir semua sekolah. Mengajak para gen Z peduli dengan Pilkada Serentak 2024.

“Seperti yang kami lakukan hari ini di SMA 6 Mataram,” ucapnya.

Secara umum, ketika para gen Z diajak bicara tentang Pilkada dan pentingnya menjaga integritas pemilihan, para gen Z menunjukkan antusiasnya. Oleh karenanya, Yusril yakin, mereka dapat berkontribusi besar mengawal pilkada secara partisipatif.

“Hiruk pikuk pilkada ini akan ditentukan hasilnya oleh kita yang memiliki hak pilih,” ucapnya.

Yusril menambahkan, pendekatan pada gen Z juga melibatkan kelompok-kelompok istimewa di dalamnya. “Seperti kelompok tunatetra, autis, dan difabel,” paparnya.

Genzi Dilibatkan tangani Residu Pilkada

Untuk tujuan jangka panjang, Yusril akan melibatkan genzi untuk menangani residu pilkada. Dalam bahasa yang lebih sederhana, genzi dikader peduli dan terlibat politik.

“Tidak hanya saat pemilihan, tetapi untuk menangani rezidu pilkada,” terang Yusril.

Secara teknis ia mencontohkan seperti Alat Peraga Kampanye (APK) yang menjadi sampah setelah pilkada usai. Gen Z yang memiliki karakter seperti yang diungkapkan di atas yakni kreatif dan inovatif akan diajak mengolah sampah APK menjadi barang-barang bernilai ekonomis.

Sebagai langkah konkret atas rencana itu, Bawalsu hari itu juga menandatangi kerja sama dengan SMA 6 Mataram dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk pengolahan sampah APK. Beberapa hasil pengolahan sampah APK saat Pemilu 2024 lalu dipamerkan di acara Gen Z Fest: Aksi Pantau Pilkada, antara lain bantal, sandaran leher, boneka, dan berbagai kerajinan tangan lain yang berbahan dasar bekas APK.

“Ini cara kita mengolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” paparnya.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, keberlangsungan politik sebagai instrumen atau alat memilih pemimpin, dimandatkan pada gen Z. Maka para mereka harus dikenalkan dengan proses politik yang bersih, berintegritas, dan bebas politik uang.

“Sebab jika proses (politik) salah, maka hasilnya dipastikan buruk,” ucap pria yang beken disapa Aweng ini.

Oleh karenanya, apa yang dilakukan Bawaslu, melibatkan gen Z di Pilkada Serentak 2024 diapresiasinya. “Sebab merekalah yang akan mewarisi bangsa dan meneruskan pembangunan,” imbuhnya.

Aweng melihat, gen Z adalah kelompok generasi yang memiliki peran dominan dalam menentukan lahirnya pemimpin dalam pemilihan. Persentase yang hampir mencapai 25 persen suara merupakan kalkulasi dominan yang jika solid, dapat berpengaruh besar terhadap hasil pemilihan.

“Dalam kapasitasnya sebagai pemilik hak suara ataupun keterlibatannya untuk mengawasi pilkada seperti yang diharapkan Bawaslu, peran gen Z sangat dominan,” tegasnya.

Dua Paslon Bidik Suara Gen Z

Sementara itu, kedua paslon memperlihatkan antusiasnya membidik suara gen Z. Berbagai macam kreativitas cara kampanye dikreasikan untuk mendapatkan suara mereka.

Ahmad Azhari Gufron, tim inti Koalisi Pemenangan AQUR mengatakan, jauh hari telah merancang berbagai acara menggaet dukungan genzi. “Secara online, kami sosialiasi program AQUR di medsos-medsos dengan melibatkan influencer, sedangkan secara offline kami membuat berbagai kegiatan seperti milenial talk bersama AQUR,” ucapnya.

Cara ini diklaim berhasil membuat AQUR terus mendapat dukungan mengalir dari kalangan milenial dan gen Z. “Tim terus bekerja dengan konsep yang matang, kami optimis dukungan milenial dan gen Z sebagian besar ke AQUR,” ucapnya.

Ketua Tim Koalisi Pemenangan HARUM, Abd Rahman juga menyebut bidikan pada kelompok milenial telah jauh hari direncanakan. Salah satu yang dapat dilihat yakni dengan desain baliho atau APK yang segar dan juga menggunakan Artificial Intelligence (AI).

“Beberapa baliho kami menampilkan sosok pak Mohan dan tuan Guru Mujib dalam desain karikatur menggunakan AI, itu salah satu cara kami menggaet gen Z,” ucapnya. (zad/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#paslon #Bawaslu #generasi z #apk #Gen Z