LombokPost-Taman Selagalas jadi salah satu ruang terbuka hijau (RTH) di Mataram. Menopang wilayah Timur Mataram.
Beroperasi sejak 2014 lalu, taman tersebut sempat jadi primadona. Tempat rekreasi dan berolahraga bersama keluarga.
Tapi sekarang, kondisinya memprihatinkan. Tak seramai dulu. Fasilitasnya juga sudah tidak representatif.
Dari pantauan koran ini, saat tiba di taman tersebut masih terasa sejuk. Hanya saja, pemandangannya tidak seindah dulu.
Kolam ikan yang berada di tengah taman sudah tidak berair lagi. Kering kerontang. Bahkan, dijadikan sebagai tempat mengumpulkan sampah. Petugas pembersih taman, sibuk mengais sampah di bekas kolam ikan ini.
Saat bergeser ke arah selatan, dahulunya terdapat penangkaran burung. Jadi primadona bagi masyarakat saat berkunjung. Memberi makan dan berinteraksi dengan hewan.
Tetapi itu hanya tinggal kenangan. Sarang burung itu tinggal jadi besi tua yang tak berfungsi. Malah hanya jadi, tempat sampah.
Tidak hanya itu, jogging track sudah mulai retak. Akibat dari akar pohon. Masyarakat yang ingin berolahraga terganggu. Jika dipaksakan pasti terkilir. “Tempatnya sudah tidak bagus kalau buat jogging,” kata pengunjung Taman Selagalas Andi saat berjalan di sekitaran taman.
Di taman tersebut, sudah tidak seramai dulu. Sudah lama tidak pernah diperbaiki. ”Banyak yang perlu diperbaiki,” usulnya.
Jika diperbaiki dan ditambah fasilitasnya, taman itu pasti lebih ramai. Terutama yang perlu dijaga juga kebersihannya. ”Kalau di depan memang bersih kelihatannya. Tetapi, di dalam masih ada sisa sampah dedaunan kering,” keluhnya.
Tempatnya cukup representatif. Sejuknya masih terasa. ”Nyamannya masih kurang,” kata dia.
Sementara itu, seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku, pengunjung memang tidak seramai dulu. Fasilitasnya sudah tidak memungkinkan. “Di sana ada kolam ikan. Sekarang ikannya tidak tahu kemana. Kolamnya juga sudah kering,” ujarnya.
Tidak hanya itu, sangkar burung yang besar saja sudah jadi pajangan. Burungnya tidak ada. ”Mbe jage laik kedit ne (kemana mungkin pergi burungnya),” keluhnya menggunakan bahasa Sasak.
Ibu yang berjualan sejak 2014 itu mengaku, sepinya pengunjung berdampak pada pemasukannya. Semasih ramai, dagangannya laku keras. ”Kalau sekarang hanya orang datang nyari kopi dan sedikit snack,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, Pemkot Mataram sudah memiliki rencana untuk perbaikan. Tetapi, tidak bisa dianggarkan tahun ini. ”Tahun 2025 kita anggarkan,” kata Denny.
Banyak yang akan diperbaiki. Termasuk nanti ada penambahan sarana fasilitas lainnya. ”Nanti yang akan diperbaiki 25 sampai 50 persen wilayah taman,” jelasnya.
Denny mengakui kondisi Taman Selagalas saat ini belum maksimal. Sebab, belum bisa di atensi anggarannya. ”Makanya, kita sudah masukkan anggarannya di APBD murni 2025,” ujarnya.
Rencananya, akan dibangun juga line skateboard di kawasan tersebut. Itu berdasarkan permintaan dari para pegiat sepatu roda. ”Kita sudah akomodir permintaannya,” kata dia.
Menurutnya, tempat tersebut sangat representatif untuk dijadikan tempat lintasan sepatu roda dan skateboard. Menjadi wadah bagi pegiat olahraga dan penghobi sepatu roda dan skateboard.
“Jika kita sudah perbaiki, ke depan akan semakin baik. Kalau sudah baik dan semakin nyaman, pengunjung akan semakin ramai,” tandasnya. (arl/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post