LombokPost-Memasuki musim penghujan, sampah sungai mulai bermunculan signifikan. Kondisi itu yang berpotensi memunculkan genangan dan banjir di kawasan pemukiman penduduk.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram telah mengatensi persoalan tersebut. Mereka membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemantau sampah sungai.
”Tim Satgas itu tidak pernah ada libur selama musim penghujan ini,” kata Kadis PUPR Kota Mataram Lale Widiahning.
Tim Satgas tersebut berbeda dengan tim pengangkut sampah. Mereka berdiri sendiri.
”Tim Satgas ini memantau setiap perkembangan debit air dan sampah di seluruh sungai di Mataram,” ujarnya.
Ketika ada keadaan emergency, mereka nantinya langsung berkoordinasi dengan tim pengangkut sampah. Guna melakukan observasi terhadap sungai sampah.
”Kalau tim pengangkut sampah ini kan setiap hari Minggu libur. Tetapi, jika ada urgensi dan diminta turun oleh tim Satgas, tentu mereka diwajibkan untuk tetap bekerja,” tegasnya.
Tetapi, selama memasuki musim penghujan tim pengangkut tidak pernah diminta turun saat hari libur. Sebab, tidak ada kejadian emergency.
”Semua masih aman dan masih bisa tertangani,” ujarnya.
Volume sampah sungai saat musim hujan memang cukup tinggi. Sampah itu terbawa dari hulu ke hilir.
”Sampah kayu dan lainnya yang berukuran besar itu yang berpotensi menyumbat aliran sungai,” terangnya.
Dari data, sampah sungai bisa mencapai 40 kubik per hari. Tetapi, saat musim hujan bisa melebihi jumlah tersebut.
”Apalagi kalau hari libur, sampah sungai kan tidak terangkut. Diangkutnya pada hari Senin. Sehingga pada hari Senin itu, petugas angkut harus bekerja ekstra. Mereka mengangkut dua kali,” ucapnya.
Lale mengatakan, untuk memaksimalkan pengangkutan sampah, pihaknya juga telah menyiapkan tim pengangkutan sampah.
”Ada sebanyak 320 personel pengangkut sampah yang kita siapkan,” bebernya.
Sampai saat ini, debit air sungai juga masih aman. Tidak ada eskalasi yang berpotensi mengancam timbulnya banjir.
”Mudahan selalu aman,” harapnya.
Tetapi, tantangan ke depan tetap pada masyarakat yang masih membuang sampah di sungai.
”Saya meminta kepada masyarakat jangan lagi membuang sampah ke sungai. Itu yang membuat banjir,” imbaunya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida