LombokPost-Bidan Sulis Dwi Endang Windari, S.Tr. Keb CSMT tiada henti mengukir prestasi.
Bidan Winda, sapaannya kali dinobatkan sebagai tenaga kesehatan teladan Provinsi NTB 2024.
-----------
Bagi warga Lombok Barat dan Kota Mataram, Bidan Winda sapaannya sudah sangat familiar.
Bukan hanya bagi kalangan ibu hamil atau pun yang memiliki balita, tetapi juga bagi kalangan para lansia.
Maklum, Bidan Winda sangat aktif melakukan berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kesehatan bagi bagi masyarakat.
Baik bagi ibu hamil maupun bagi para lansia.
Namun, bukan hanya itu yang membuatnya mendapat penghargaan tenaga kesehatan telahan 2024.
Bidan Winda mendapatkan penghargaan berkat inovasinya di RSUD Awet Muda membuat Sistem informasi mengingatkan jadwal kontrol ibu hamil melalui WhatsApp.
“Betul, jadi inovasi ini mengingatkan para ibu hamil pasien RSUD Awet Muda Narmada untuk rutin melakukan kontrol. Nanti aka nada notifikasi bagi ibu hamil, khususnya yang mengalami komplikasi,” ucap dia usai menerima penghargaan, Rabu (13/11).
Bagi ibu hamil pasien yang komplikasi seperti yang memiliki tekanan darah tinggi, kemudian ada riwayat bekas operasi atau ibu hamil yang kekurangan gizi kronis.
Mereka akan mendapatkan kontrol penuh dari bidan di RSUD Awet Muda Narmada melalui system informasi yang dibuat Bidan Winda.
Dengan melakukan kontrol, bidan bisa mendeteksi dengan cepat komplikasi yang dialami pasien. Sehingga dokter spesialis cepat memberikan tindakan yang sesuai dengan kesehatannya
“Kalau tidak perpantau, ini akan berpengaruh terhadap kesehatan janinnya. Tujuan saya membuat inovasi ini muaranya agar tidak terjadi kematian ibu dan janin,” ungkapnya.
Dengan inovasi ini, ia akhirnya ikut serta dalam seleksi tenaga kesehatan teladan tingkat Kabupaten Lombok Barat.
Bidan Winda kemudian mendapatkan juara 1 dan mewakili Lombok Barat bersaing di tingkat provinsi.
Di tingkat provinsi, ia mendapatkan juara 3. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pj Gubernur NTB Mayjen TNI (Purn) Hassanudin usai upacara perayaan Hari Kesehatan Nasional yang ke-60.
Meksi hanya mendapat juara 3, bidan Winda tetap merasa bersyukur.
Karena motivasi utamanya membuat inovasi ini adalah bagaimana menyelamatkan ibu dan bayi saat dilahirkan nanti.
Mencegah adanya kematian ibu dan anak saat melahirkan.
“Proses yang saya lalui dalam ajang ini juga sangat panjang dan Alhamdulillah berakhir dengan bahagia. Saya merasa terharu atas jerih payah yang dilakukan terbayar. Bangga membawa nama baik rumah sakit dan Lombok Barat,” syukurnya.
Baginya, menjadi suatu kebanggaan memberikan inovasi untuk masyarakat untuk menurunkan angka kematian di Indonesia.
Ia berterima kasih untuk tim yang sudah membantunya menjalankan inovasi ini. Mulai dari dokter spesialis, bidan, dan tim IT.
Tanpa dukungan orang di sekitarnya, ia mengaku tidak bisa menjalankan inovasi ini dengan maksimal di tengah kesibukannya menjalani tugas di rumah sakit serta menjalankan Winda Baby Spa yang telah lama dirintisnya.
Terlebih saat ini ia juga tengah melanjutkan sekolah di magister kesehatan.
“Semoga kita bisa memberikan masyarakat pelayanan yang baik dan memanfaatkan teknologi yang ada,” terangnya.
Bidan Winda tetap semangat dan optimis tahun depan akan terus berinovasi untuk masyarakat.
“Selamat hari kesehatan nasional yang ke-60 tahun. Semoga semakin jaya selalu untuk Indonesia,” pungkasnya. (*/r3)
Editor : Kimda Farida