LombokPost-Pemkot Mataram menyiapkan anggaran untuk pembangunan landfill baru Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat (Lobar) agar lebih maksimal.
”Kita siapkan anggarkan Rp 1 miliar untuk pembangunan landfill baru di TPA Kebon Kongok,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi.
Penyiapan anggaran itu sudah dimasukkan ke dalam RAPDB murni 2025. Itu juga sudah dibahas bersama legislatif.
”Anggaran itu disiapkan sekaligus untuk uang muka,” jelasnya.
Mulai Januari 2025, areal TPA Kebon Kongok akan diperluas.
Langkah itu agar TPA Kebon Kongok tetap beroperasi.
”Kita perlu mendukung perluasan arealnya. Kami juga buangnya (residu) ke sana (TPA Kebon Kongok),” bebernya.
Rencananya, pada Desember ini TPA Kebon Kongok bakal ditutup. Sebab, kapasitas landfill-nya sudah tidak mampu lagi menampung sampah.
”Kapasitasnya tidak memungkinkan karena harus menerima pengiriman sampah dari dua daerah (Kota Mataram dan Lombok Barat),” kata dia.
TPA Kebon Kongok juga sempat terbakar, Oktober lalu.
Kondisi memperparah kondisi sampah di kawasan tersebut.
”Kita punya kepentingan juga agar sampah yang ada di Kota Mataram bisa lancar diangkut,” ungkapnya.
Diketahui, jumlah residu sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok mencapai 200-220 ton per hari.
Data tersebut sebelum Pemkot Mataram memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Modern Sandubaya.
”Sekarang berkurang 40-46 ton sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok. Yang dibuang kini hanya mencapai 184 ton per hari,” bebernya.
Jumlah tersebut belum termasuk sampah basah. Sebab, yang mengangkut sampah tersebut adalah tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram.
”Apalagi saat hujan seperti sekarang ini, sampah basah pasti bertambah,” kata Denny.
Langkah untuk mengurangi pembuangan sampah TPA Kebon Kongok adalah pembangunan TPST di Kebon Talo, Ampenan.
Jika itu bisa terbangun, penanganan sampah di Mataram bisa segera terselesaikan.
”Saat ini, masih dalam proses tender. Kalau tidak ada halangan, awal Januari sudah bisa dibangun,” harapnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida