LombokPost-Pemkot Mataram bersama TNI-Polri sudah menggelar rapat koordinasi jelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru. Selama perayaan Natal semua tempat ibadah di Kota Mataram akan dijaga ketat.
”Ada 29 tempat ibadah akan menjadi tempat lokasi ibadah umat Kristiani. Semua akan dijaga ketat,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram Zarkasyi.
Semua sudah dipastikan perayaan Natal berjalan lancar dan aman. Itu untuk mewujudkan Kota Mataram harmoni.
”Mataram adalah kota yang aman dan tentram,” kata dia.
Pengamanan tidak hanya dari TNI-Polri. Melainkan juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP dan organisasi kemasyarakatan, seperti Lang-Lang, Pecalang, Banser NU, dan organisasi lainnya.
Standar operasional pengamanan sudah disiapkan. Pihaknya juga nanti akan berkoordinasi dengan pengurus gereja.
”Pada pelaksanaan pengamanan nanti kami dari Pemkot Mataram juga akan membentuk desk Nataru,” ujarnya.
Desk Nataru itu fungsinya merapikan kerja-kerja petugas dalam menyambut tahun baru dan natal. Sehingga, dapat dipastikan pelaksanaannya berjalan dengan aman dan lancar.
Pada tanggal 30 Desember akan dilaksanakan Natal bersama Persatuan Gereja Indonesia (PGI) NTB.
Pelaksanaannya dilakukan musyawarah bersama antar-gereja di NTB. Rencananya akan digelar di Auditorium M Jusuf Abu Bakar Universitas Mataram. Diprediksi akan diikuti 1.200 peserta.
”Semua tempat beribadah saat Natal dan pasca Natal bakal diamankan,” ujarnya. (arl/r3)
Editor : Marthadi