Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelombang Terjang Pantai Ampenan, Empat Rumah Warga Rusak, Jalan Ambles

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 20 Desember 2024 | 05:50 WIB

 

SIGAP: Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Irwan Rahadi turun memantau kondisi warga di Kampung Bugis, Rabu (18/12).
SIGAP: Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Irwan Rahadi turun memantau kondisi warga di Kampung Bugis, Rabu (18/12).

 

LombokPost-Cuaca buruk berupa ombak pasang tinggi kembali melanda pantai Ampenan, Kota Mataram.  Yang terparah melanda Kampung Bugis.

Terjangan ombak menghantam rumah warga di pesisir. “Itu akan dipindahkan kulkasnya!” seru seorang warga dalam bahasa Sasak di Kampung Bugis dengan nada panik, Rabu (18/12).

Warga lainnya terdengar panik. Mereka mewaspadai hal buruk yang dapat terjadi akibat gelombang pasang itu.

“Ya Allah,” lirih warga lain, melihat ombak pasang yang menggulung.  

Ombak tidak hanya menerjang rumah warga. Tetapi menggusur jalan aspal yang melingkar di depan rumah warga.

“Rusak asapknya,” kata warga lainnya, Nadila. 

Informasi awal, Badan Penanggulangan Bencana, Daerah (BPBD)  mencatat puluhan rumah warga terdampak gelombang tinggi air pasang. “Sekitar 50 warga,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Irwan Rahadi.

Gelombang tinggi itu terjadi sore hingga malam hari. “Gelombang melandai sekitar pukul 8 malam,” terangnya.

Meski sudah melandai, warga tampak was-was dan waspada. Mereka memperkirakan gelombang tinggi berpotensi kembali terjadi berdasarkan perhitungan pasang-surut air laut.

“Mereka, punya perhitungan sendiri berdasarkan (pergerakan satelit bumi) bulan sehingga lebih tahu waktu-waktu tertentu naiknya gelombang pasang ini,” ucapnya.

Sejumlah warga yang rumahnya dihantam gelombang pasang, mengamankan barang-barang isi rumah ke tempat yang aman. Ada juga yang mengungsi ke rumah keluarga.

Mereka khawatir gelombang pasang terjadi saat malam hari dan mengakibatkan banjir rob. “Ya (mengungsi mandiri), mereka mengantisipasi perubahan yang terjadi pada malam hari. Sekalipun sekarang (kemarin malam, Red) situasi melandai (karena air laut sedang surut). Mereka mewaspadai saat terjadinya air laut pasang lagi,” ucapnya.

BPBD mengerahkan anggotanya membantu warga. Antara lain membuat tanggul dari karung-karung khusus. 

“Kami droping sebanyak 450 karung sebagai tanggul sementara,” ucapnya.

Sampai saat ini BPBD masih mendata kerugian yang dialami akibat air pasang tinggi. “Sebanyak emoat rumah warga rusak. Tapi yang kami kedepankan dulu adalah penyelamatan jiwa masyarakat,” tegasnya. (zad/r3)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#penyelamatan #jiwa #Bugis #matara #buruk #cuaca #kampung #ombak