LombokPost-Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram menanggapi cepat keluhan sampah di pasar Kebon Roek yang menumpuk dan menebar bau busuk.
Sampah-sampah itu seperti pantauan Lombok Post di lokasi tidak terlihat lagi.
Terdapat dua kontainer dan satu truk sampah stanby melayani pengangkatan sampah di lokasi.
“Ya kita harapkan, warga di belakang pasar tidak buang sampah lagi ke sini, tapi langsung ke TPS Bintaro,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Jumat (20/12).
Pembersihan sampah di lokasi tersebut sebagai respons atas keluhan masyarakat yang merasa tak nyaman beraktivitas oleh bau busuk yang menyeruak.
Lebih-lebih pasar Kebon Roek merupakan pusat aktivitas warga membeli berbagai kebutuhan rumah tangga dan dapur.
“Jangan dilepas begitu saja sampahnya di bawah. Masukan ke dalam kontainer,” tekan Denny, mengingatkan warga.
Pantauan di lokasi, warga yang buang sampah banyak yang bukan dari pasar tersebut.
Sepanjang pantauan, orang-orang leluasa datang menggunakan kendaraan.
Ada yang menggunakan motor roda dua hingga mobil datang dari arah jalan raya.
Kemudian berhenti sejenak membuang sampah di sana.
Rata-rata membawa 1-2 kantong plastik besar berisi sampah. Mereka datang dalam rentang waktu 3-5 menit. Bergiliran.
Sementara itu, tidak ada petugas yang menyortir kedatangan sampah apakah dari pasar atau luar pasar.
Inilah yang membuat lokasi itu dengan cepat dipenuhi sampah.
Rian, salah seorang warga mengatakan telah biasa membuang sampah di sana.
“Nggak ada yang melarang,” katanya santai.
Menurutnya lokasi TPS pasar Kebon Roek itu berada di tempat terbuka.
Secara berkala lokasi itu mendapat pelayanan pemungutan sampah dari dinas terkait.
“Kan, langsung diangkut juga,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida