Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dilematis Jadi Kota Layak Anak, Masih Sulit Terwujud

nur cahaya • Senin, 6 Januari 2025 | 09:00 WIB

 

 

MASIH SULIT TERWUJUD: Sejumlah anak bermain di Taman Sangkareang, beberapa waktu lalu. Itu menjadi syarat mewujudkan Kota Mataram menjadi Kota Layak Anak.
MASIH SULIT TERWUJUD: Sejumlah anak bermain di Taman Sangkareang, beberapa waktu lalu. Itu menjadi syarat mewujudkan Kota Mataram menjadi Kota Layak Anak.

 

LombokPost-Pemkot Mataram telah mengevaluasi menjadi Kota Layak Anak (KLA). Beberapa tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan hal itu.

"Salah satunya iklan rokok yang masih menjadi tantangan kita," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany.

Untuk menghapus iklan rokok di Kota Mataram terbilang dilematis. Pada satu sisi harus mengupayakan menjadi KLA pada Tahun 2030, di sisi lain iklan tersebut menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah. "Ya dilematis kita disitu," jelasnya.

Terlebih lagi, PAD Kota Mataram disuplai dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). PAD yang disumbangkan cukup besar. "Ini makanya jadi tantangan besar kita ke depan," ujarnya.

Iklan rokok saat ini juga diletakkan pada tempat strategis di Kota Mataram. Sementara yang menjadi indikator penilaian menjadi KLA adalah kota Mataram harus bebas dari iklan rokok. "Ini yang perlu kita pikirkan bersama," kata dia.

Menjadikan Mataram sebagai KLA memang butuh suport dari semua pihak. Tidak bisa hanya keinginan satu orang. "Keterlibatan masyarakat juga sangat perlu," ujarnya.

Untuk mensterilkan iklan rokok di tempat strategis harus menjadi atensi. Tetapi, itu bisa terwujud jika sumber PAD di Mataram sudah tercukupi.

"Sama seperti daerah lain yang sudah PAD-nya cukup banyak. Mereka telah menetapkan iklan rokok tidak diperbolehkan di tempat strategis," ujarnya.

Itu bisa menjadi contoh bagi Kota Mataram. Diharapkan, ke depan iklan rokok itu bisa dikurangi pada tempat strategis. "Sehingga kita bisa mewujudkan Mataram jadi KLA 2030," harapnya.

Saat ini Kota Mataram berada di tingkat madya. Berupaya ditingkatkan menjadi Nindya. "Butuh kerja keras untuk meningkatkan peringkat ke Nindya," ujarnya.

Ada beberapa klaster yang harus terpenuhi. Seperti, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, kegiatan budaya, perlindungan khusus, dan mendapatkan hak sipil dan kebebasan. "Kami masih optimis bisa mewujudkan Mataram jadi KLA," tandasnya. (arl/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Bebas #kota #KLA #rokok #Anak #PAD #layak #Mataram #strategis #tantangan