Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disnaker Tingkatkan Perlindungan untuk PMI, Angka Pengangguran Naik dan PMI Meningkat

Sanchia Vaneka • Senin, 20 Januari 2025 | 10:37 WIB

 

RUDI SURYAWAN 
RUDI SURYAWAN 
 

LombokPost-Kota Mataram kembali mencatatkan peningkatan jumlah penduduknya yang bekerja di luar negeri atau Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Mataram per 31 Desember 2024, tercatat sebanyak 786 pekerja asal Kota Mataram yang bekerja di berbagai negara.

“Iya 2024 ini meningkat dari 2023 kemarin itu 690,” kata Kepala Disnaker Kota Mataram Rudi Suryawan. 

 Rudi menjelaskan, pada tahun ini Malaysia masih menjadi tujuan negara penempatan terbanyak. Dengan jumlah PMI per 2024 lalu sekitar 548 orang. Kemudian disusul oleh Singapura 57 orang dan Taiwan 55 orang. Diikuti oleh negara-negara di Timur Tengah seperti Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Selain itu, sejumlah pekerja juga memilih negara-negara di Eropa seperti Inggris, Italia, dan Polandia sebagai tujuan bekerja. PMI masih didominasi oleh kaum laki-laki dengan pekerjaan informal. 

“Kayak di Singapur, Taiwan itu pekerjaan seperti babysitter itu biasanya perempuan. Tapi kalau di Singapura itu pekerja kebun,” tambahnya. 

 Baca Juga: BBPOM Mataram Kawal Program Makan Bergizi Gratis 

Tentu peningkatan ini akan membawa dampak dampak positif bagi perekonomian daerah. Remittance atau pengiriman uang dari para PMI ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pastinya akan ada penambahan devisa buat kita. Angka pengangguran juga bisa ditekan,” terangnya. 

Jika melihat data, angka pengangguran terbuka di Kota Mataram juga terjadi peningkatan. Tahun 2024 ada di angka 4,85 persen dan di 2023 ada di 4,78 persen. Hal tersebut disebabkan oleh lowongan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. 

Rudi juga mengakui bahwa terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh para pekerja migran asal Kota Mataram. Salah satu tantangan utama adalah masalah perlindungan terhadap hak-hak pekerja di negara tujuan. 

 Baca Juga: SMPN 14 Mataram Terganggu dengan Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Depan SekolaSekolahh

“Kami terus berupaya untuk memberikan perlindungan kepada para PMI melalui berbagai program, seperti pelatihan pra-penempatan, pendampingan, dan pemulangan bagi PMI yang mengalami masalah,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan negara tujuan untuk memastikan bahwa para PMI mendapatkan perlakuan yang adil dan layak. 

“Kami berharap dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan para stakeholder terkait, maka kesejahteraan para TKI asal Kota Mataram dapat terus ditingkatkan,” tandasnya. (chi/r3) 

Editor : Akbar Sirinawa
#PMI #Didominasi #Mataram #migran #tantangan #Pekerja