LombokPost-Paguyuban Keris Selaparang Mandalika, mengungkapkan visi besarnya dapat berkontribusi menyuarakan agar 472 pusaka Lombok yang ada di Belanda dan museum Nasional bisa segera kembali ke Lombok. “Itu adalah salah gerakan yang ingin kami suarakan,” kata Ketua Paguyuban Keris Selaparang Mandalika, Mubin Abdullah, Rabu (29/1).
Hal ini disampaikannya usai pelantikan dan pengukuhan dirinya sebagai ketua bersama pengurus lainnya untuk periode 2025-2030. Menurutnya, jika paguyuban-paguyuban keris yang ada di NTB konsisten menyuarakan hal ini maka dapat mempercepat proses pengembalian pusaka Lombok.
“Baik itu yang saat ini masih di Belanda atau yang telah disimpan di Museum Nasional,”ucapnya.
Mubin mengatakan, upaya untuk menyuarakan pengembalian 472 pusaka itu kembali ke Lombok akan sangat berarti bagi generasi muda yang di NTB. Benda-benda pusaka itu dapat memantik keingintahuan generasi muda tentang masa lalu bangsanya yang kaya sejarah dan peradaban.
“Supaya rasa bangga, kecintaannya, pada suku dan bangsanya tumbuh. Jangan sampai mereka kehilangan identitas oleh budaya dan peradaban luar,” ucapnya.
Salah satu titik baliknya dengan mengembalikan lagi benda-benda bersejarah itu ke Lombok. Dan paguyuban, dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk belajar tentang tata nilai dan sejarah masa lampau daerahnya.
“Kami berharap paguyuban Selaparang Mandalika ini bisa menjadi rumah besar untuk belajar tentang keris,” tekannya.
Harapan ini disuarakan agar pemerintah pusat dapat mengatensinya. “Kami meyakini teman-teman dari paguyuban lain juga memiliki harapan yang sama tentang kembalinya pusaka Lombok ini. Semoga pemerintah dapat menjembatani harapan kami,” ungkapnya.
Sementara itu, sekilas mengenai paguyuban perkerisan Selaparang Mandalika memiliki anggota aktif sebanyak 60 orang. Tersebar di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.
“Sedangkan untuk jaringan, kami punya di Bali hingga Jawa,” ucapnya.
Mubin mengungkapkan kegembiraannya, dengan keberadaan kementerian Kebudayaan yang saat ini dipimpin Fadli Zon. “Beliau juga ketua SNKI (Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia), yang artinya semakin besar harapan kami ratusan pusaka Lombok dapat segera kembali ke Lombok. Semoga gubernur terpilih (Lalu Muhammad Iqbal, Red) juga dapat mewujudkan harapan ini dan mendukung perkerisan di NTB,” ucapnya.
Sementara itu, Habibi, pengurus pusat SNKI yang membidangi keorganisasian dan keanggotaan, berharap paguyuban keris di NTB semakin memperkuat eksistensinya. “Sebelumnya, untuk pameran keris sejak 2013 (mulai berdirinya paguyuban Selaparang Mandalika, Red) sampai dengan 2024 selalu rutin berpameran, jadi ini adalah hal yang harus diteruskan ke depan,” katanya.
Kemudian ia berpesan pada pengurus paguyuban Selaparang Mandalika untuk mulai memperluas kontribusi di bidang perkerisan. “Misalnya yang belum bisa terlaksana di kepengurusan sebelumnya untuk penelitian, kami berharap pengurus yang baru bisa melaksanakan itu,” ucapnya.
Penelitian ini menurutnya sangat penting untuk menjaga dan melestarikan nilai kesejarahan perkerisan di NTB. “Ya kita berharap nantinya akan ada buku keris yang khusus berisi tentang sejarah perkerisan di Lombok yang didasari hasil penelitian,” paparnya.
SNKI sebagai lembaga mitra pemerintah, sekaligus NGO yang diakui UNESCO untuk menangani tentang perkerisan ingin agar paguyuban perkerisan semakin banyak tumbuh di NTB. “Hari ini ada sekitar lima paguyuban sudah terbentuk di Lombok, kami berharap jumlahnya terus bertambah,” harapnya.
Semakin banyak paguyuban perkerisan, maka semakin memperkuat eksistensi keris di satu wilayah. Ini juga dapat mendorong perhatian pemerintah semakin besar lagi dalam memberikan perhatian dan pembinaan.
“Termasuk memperbesar peluang pusaka Lombok kembali ke NTB,” ucapnya.
Namun ia juga menekankan paguyuban harus memiliki program kerja terukur dan terstruktur. Baik itu untuk jangka pendek dan jangka panjang.
“Sehingga dampak dari keberadaan paguyuban nyata dalam membentuk masyarakat untuk mencintai keris,” tekannya.
Habibi menambahkan, peluang memperkuat keris sebagai jati diri bangsa semakin besar dengan terpilihnya ketua SNKI pusat sebagai menteri kebudayaan. “Kami sangat bersyukur pak Fadli Zon menjadi menteri kebudayaan, terbukti beliau menunjukkan perhatian besarnya pada budaya perkerisan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Habibi menyampaikan juga bahwa telah ditetapkan tanggal 16 April sebagai hari keris nasional. “Di tanggal itu, kami akan merayakannya secara besar-besaran nanti di Malang (Jawa Timur, Red),” pungkasnya. (zad/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post