LombokPost-Pemerintah Kota Mataram optimis Pantai Ampenan akan menjadi magnet wisata baru. Sejak revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan, kunjungan wisatawan terus meningkat.
“Bisa kita lihat ramai sekali. Antusias masyarakat tinggi. Ancol-nya Mataram lah,” kata Kepala Dispar Kota Mataram Cahya Samudra.
Meski begitu, Dispar masih harus melakukan beberapa pembenahan, seperti meningkatkan kedisiplinan pedagang dalam menjaga kebersihan serta menata area parkir yang terbatas.
“Itu yang masih harus kami tata, sekaligus memberikan pemahaman kepada pedagang dan pelaku parkir,” terangnya.
Satgas pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terus memantau situasi. Sementara itu, Satpol Pol PP dikerahkan untuk mengawasi dan akan berjaga selama dua bulan di eks Pelabuhan Ampenan. Pasalnya, masih ada pedagang yang kerap melanggar aturan dengan berjualan di luar area yang disediakan.
“Masih ada satu dua pedagang yang melanggar. Bahkan ada yang menggelar tikar di jalan dengan alasan permintaan pengunjung. Tapi itu tidak diperbolehkan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena keterbatasan ruang bagi pengunjung. Wajar jika saat ini masyarakat antusias ingin melihat wajah baru eks pelabuhan setelah revitalisasi.
“Overkapasitas bisa jadi penyebabnya. Nanti akan terfilter pengunjung yang benar-benar ingin menikmati Pantai Ampenan, bukan sekadar penasaran,” tambahnya.
Karena itu, peluncuran resmi eks Pelabuhan Ampenan masih menunggu kesiapan lokasi, baik dari segi infrastruktur maupun SDM. Rencananya, peluncuran akan dilakukan menjelang Ramadan setelah pelantikan Wali Kota terpilih. “Sekalian lah,” ujarnya.
Terpisah, salah satu pedagang di Pantai Ampenan, Yani, menyambut baik revitalisasi tersebut. Menurutnya, penataan ini dapat lebih menertibkan pedagang. Ia juga mengaku siap mematuhi aturan terkait sewa lapak.
“Satu pedagang satu lapak. Listrik dan air sudah tersedia,” katanya. (chi/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post