LombokPost-Pemerintah pusat resmi membatalkan wacana libur penuh selama Ramadan. Menindaklanjuti kebijakan ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram bergerak cepat membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Tugasnya, memastikan kelancaran pembelajaran di semua jenjang pendidikan selama bulan puasa, baik di sekolah maupun secara mandiri di rumah.
“Untuk pembelajaran selama bulan puasa, kami diminta membentuk satgas oleh Pak Wali," kata Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf.
Satgas ini berperan mengawasi dan memastikan kegiatan belajar mengajar di Kota Mataram berjalan sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan, satgas akan bekerja proaktif mengidentifikasi dan mengatasi potensi hambatan selama Ramadhan.
“Satgas akan memantau secara intensif dan mencari solusi jika ada kendala dalam pelaksanaan pembelajaran," jelasnya.
Selain membentuk satgas, Disdik Kota Mataram juga membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev). Tim ini bertugas memastikan kebijakan diterapkan dengan baik di setiap sekolah. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan ke depan.
“Tim monev akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat bagaimana kebijakan ini dijalankan," kata Yusuf.
Disdik Kota Mataram juga menyesuaikan jam belajar sesuai kebutuhan setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP.
“Kami memastikan jam belajar disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa," tambah Yusuf.
Meski begitu, Yusuf menegaskan bahwa jadwal pembelajaran selama Ramadan kemungkinan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Mataram, Saptadi Akbar menyatakan, kebijakan libur sekolah di awal pekan yang ditetapkan pemerintah pusat tidak berdampak signifikan bagi sekolah-sekolah di Mataram. Kebijakan ini sudah sering diterapkan menjelang Ramadan.
"Tidak terlalu berpengaruh di Mataram, karena ini biasa kami lakukan," kata Saptadi.
Saptadi menambahkan bahwa selama libur, siswa tetap belajar mandiri di rumah dengan pengawasan orang tua. Ia mengimbau agar orang tua memberikan perhatian lebih kepada anak-anak selama masa libur.
"Harapan kami, saat libur sekolah, tanggung jawab penuh ada pada orang tua. Anak-anak tidak boleh ke tempat-tempat yang tidak selayaknya," tandasnya. (chi/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post