MATARAM - Warga Kota Mataram dan sekitarnya diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras disertai angin kencang yang diperkirakan akan melanda wilayah tersebut hingga beberapa hari kedepan. Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Zainuddin Abdul Madjid Mataram.
Berdasarkan keterangan dari BMKG yang disampaikan oleh forecaster M. Andre Jersey, kondisi cuaca ekstrem ini disebabkan oleh adanya bibit siklon tropis 96S di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta konvergensi di wilayah NTB. Kedua faktor tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan lebat dan angin kencang.
"Kami membuat peringatan dini 3 harian sampai tanggal 10 Februari 2025. Ketika potensi tersebut masih ada akan kami update kembali peringatan dini tersebut," jelasnya.
Pihak BMKG juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini, seperti banjir, pohon tumbang, dan kerusakan infrastruktur lainnya. Masyarakat juga diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.
Sementara itu, terkait kondisi gelombang laut di pantai Ampenan, BMKG mencatat bahwa beberapa hari terakhir mengalami pasang dan menyebabkan banjir rob serta abrasi. Saat ini, gelombang laut di pantai Ampenan dan seluruh pantai di Mataram masuk dalam kategori sedang dengan tinggi 1,25 - 2,5 meter.
"Untuk data intensitas hujan yang tercatat di wilayah Mataram kemarin tanggal 8 Februari 2025 menunjukkan intensitas hujan sedang,” tambahnya.
Untuk prediksi cuaca esok hari, BMKG masih memperkirakan adanya potensi hujan disertai angin kencang. Masyarakat diimbau untuk terus waspada dan mengikuti informasi dari BMKG.
Penting untuk dicatat, informasi ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG. (chi)
Editor : Redaksi Lombok Post