LombokPost-Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan, belum ada bukti geng motor atau kelompok kriminal terorganisir di Kota Mataram.
Insiden kriminal yang terjadi di jalan Udayana beberapa waktu lalu masih didalami aparat kepolisian.
Ia mendapat laporan sementara jika kasus itu, berpeluang punya tendensi personal.
“Mungkin ini personal sifatnya, tapi dinarasikan sebagai geng motor. Ini yang sedang didalami aparat kepolisian kita,” katanya pada Jumat (21/2).
Pernyataan ini, disampaikan wali kota di tengah kesibukannya mengikuti rangkaian retret pascapelantikan.
Meskipun demikian, ia menegaskan tetap memberikan perhatian penuh terhadap keamanan dan ketertiban di ibu kota.
Ia berharap warga masyarakat selektif terhadap berbagai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Di tengah simpang siur, potensi kabar dilebih-lebihkan sehingga melenceng dari fakta kejadian sesungguhnya sangat mungkin terjadi.
Termasuk peristiwa kriminal di jalan yang diisukan sebagai aksi geng motor atau gengster, Mohan menekankan hal itu kembali ditekankan belum terbukti kebenarannya.
“Janganlah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dengan melebih-lebihkan informasi,” imbaunya.
Mohan telah menginstruksikan jajarannya, bersinergi dengan aparat keamanan guna memastikan situasi tetap kondusif.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Proses penanganan kasus ini sedang berjalan, dan ada beberapa orang yang sedang diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mohan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menyoroti sejumlah postingan hoaks yang beredar di media sosial dan layanan pesan WhatsApp.
Sejumlah postingan dan pesan itu ternyata bukan kejadian di Kota Mataram. Namun dinarasikan atau dikaitkan sebagai peristiwa di ibu kota. Informasi menyesatkan itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Jangan mudah percaya informasi yang beredar di media sosial. Ada hoaks yang mengangkat kejadian dari tempat lain, kemudian seolah-olah terjadi di Mataram. Kita harus bijak dalam menyaring informasi,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Mohan menegaskan bahwa pemkot bersama kepolisian dan TNI terus bekerja memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Mataram. (zad)
Editor : Rury Anjas Andita