LombokPost-Anggota DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat mendesak aparat keamanan dan pemerintah segera menangkap pelaku kriminal di Jalan Udayana.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mengungkap pelaku agar warga merasa aman.
"Yang lebih penting adalah menangkap pelaku kriminalnya agar warga tidak merasa waswas," tegas Ismul, Minggu (23/2).
Ia menyoroti spekulasi yang berkembang di masyarakat akibat lambannya pengungkapan kasus ini.
Beberapa pihak mengaitkan peristiwa di Turida, Udayana, dan video yang beredar di media sosial sebagai aksi geng motor.
"Jangan sampai masyarakat menganggap kejadian ini sebagai aksi geng motor, sementara faktanya adalah tindak kriminal murni yang harus segera diungkap," katanya.
Ismul menilai pemerintah dan kepolisian terlalu fokus membantah keberadaan geng motor di Mataram, tanpa memberikan kejelasan terkait aksi kriminal yang terjadi.
"Sepertinya pemerintah dan kepolisian lebih menekankan bahwa geng motor tidak ada di Mataram," sorotnya.
Klarifikasi juga dilakukan melalui media sosial dan pesan berantai WhatsApp, menyebutkan kejadian tertentu bukan terjadi di Mataram.
Namun, menurut Ismul, jika memang terjadi di daerah ini, maka motifnya harus dijelaskan agar masyarakat tidak semakin resah.
Ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak hanya perlu membantah isu geng motor, tetapi juga meningkatkan keamanan agar kejadian serupa tidak berulang.
Jika tidak segera ditangani, ia khawatir citra Kota Mataram akan terdampak, terutama di mata wisatawan dan pendatang.
"Kalau isu ini terus berkembang tanpa kepastian, orang yang ingin berkunjung ke Mataram bisa saja menarik kesimpulan negatif," ujarnya.
Dorongan Digitalisasi Keamanan
Sebagai langkah konkret, Ismul mendorong peningkatan patroli keamanan serta koordinasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia menekankan pentingnya digitalisasi untuk mendukung sistem keamanan kota, terutama dengan memaksimalkan penggunaan CCTV di jalan-jalan utama.
"Kita sudah di era digitalisasi. Jika ada CCTV yang memadai, kita bisa memastikan apakah kejadian ini benar terjadi di daerah kita atau tidak," tekannya.
Selain itu, ia juga menyoroti efektivitas satuan tugas (satgas) yang ada. Jika satgas tidak mampu memberikan rasa aman, maka kinerjanya harus dievaluasi.
"Banyak satgas, ada satgas wisata dan lainnya, seharusnya mereka bisa dilibatkan dalam menjaga keamanan," katanya.
Ia juga mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai upaya pencegahan tindak kriminal.
Menurutnya, kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat menjadi solusi efektif.
"Kita harus kembali menghidupkan budaya siskamling. Guyub, gotong royong menjaga keamanan lingkungan adalah cara efektif mengurangi tindak kriminal," ungkapnya.
Terkait peningkatan gaji kepala lingkungan (kaling), Ismul menilai peran mereka dalam menjaga keamanan harus lebih ditingkatkan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas.
"Kalau gaji kaling dan RT ditingkatkan, maka tugas pokoknya juga harus disesuaikan dengan SOP yang jelas. Mereka harus lebih aktif menjaga keamanan lingkungan," paparnya.
Sebelumnya, Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi mengungkapkan pihaknya telah memiliki strategi untuk mencegah aktivitas balap liar dan kerumunan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Pasang CCTV," katanya.
Langkah ini dinilai lebih efektif dibanding patroli, mengingat keterbatasan personel untuk mengawal seluruh jalan di Kota Mataram.
"Kalau kita turun patroli, mereka pasti kucing-kucingan," ucapnya.
Dengan pemasangan CCTV di titik-titik rawan, aksi kriminal akan lebih mudah terdeteksi.
Pihaknya telah memetakan lokasi yang kerap menjadi tempat kumpul dan ajang balap liar, terutama saat malam hari.
"Jika melalui CCTV terdeteksi ada kerumunan, anggota bisa langsung diterjunkan ke lokasi sebelum situasi semakin ramai," jelasnya.
Pemasangan CCTV tidak harus di semua ruas jalan, melainkan di titik strategis.
Beberapa lokasi sudah memiliki CCTV dari instansi lain, seperti ATCS milik Dishub dan kepolisian.
Ke depan, pengawasan akan lebih efektif dengan mengintegrasikan seluruh CCTV di Kota Mataram.
"Kami akan cek semua CCTV. Kalau ada kerumunan, anggota bisa cepat bergerak," tegasnya.
Salah satu ruas jalan yang menjadi prioritas pemasangan CCTV adalah Jalan TGH Faisal, yang kerap dijadikan tempat kumpul dan balap liar.
"Itu salah satu jalan yang menurut kami harus terpasang CCTV," tandasnya. (zad/r7)
Editor : Kimda Farida