Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Menanti Kepastian dari Pusat Terkait Anggaran Rp 450 Miliar untuk Tangani Abrasi

nur cahaya • Selasa, 11 Maret 2025 | 09:53 WIB

 

TERDAMPAK: Pemukiman warga pesisir pantai yang terdampak abrasi di Kelurahan Bintaro, beberapa waktu lalu. 
TERDAMPAK: Pemukiman warga pesisir pantai yang terdampak abrasi di Kelurahan Bintaro, beberapa waktu lalu. 
 

LombokPost-Pemkot Mataram masih menanti kepastian dari pemerintah pusat terkait permohonan bantuan anggaran untuk penanganan abrasi yang mengkhawatirkan di sepanjang pesisir kota. Meski telah berupaya "jemput bola" ke pusat, belum ada kepastian yang diterima.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengungkapkan, pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait sumber pembiayaan darurat untuk penanganan abrasi. “Belum, belum ada," ujarnya singkat.

Mohan menjelaskan, selain untuk abrasi, Pemkot Mataram juga mengajukan bantuan untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, ia menekankan bahwa abrasi menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan masyarakat.

“Pasti ada yang akan lolos. Tapi harapan besar saya berkaitan dengan abrasi, karena itu menyangkut urusan kemanusiaan," tegasnya.

Penanganan abrasi menjadi salah satu fokus utama di periode kedua kepemimpinannya. Beberapa proyek besar seperti pembangunan Kantor Wali Kota Mataram, TPST Kebon Talo Ampenan, dan breakwater di pesisir pantai membutuhkan anggaran besar. Mohan menyadari APBD Kota Mataram tidak cukup untuk membiayai seluruh proyek tersebut, sehingga sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat.

“Itu menjadi catatan buat saya, lima tahun ke depan ini bisa menyelesaikan itu," ucapnya.

Selain abrasi, Pemkot Mataram juga mengusulkan revitalisasi sekolah dan peningkatan layanan rumah sakit ke pemerintah pusat. Mohan berharap usulan ini mendapat perhatian serius.

“Itu sudah kita usulkan. Mudah-mudahan mendapat perhatian," harapnya.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning menyebut, belum ada kabar terkait pengajuan proposal penanganan abrasi. “Belum, belum ada. Mari kita berdoa semoga proposal kita goal,” harapnya.

Lale menjelaskan, total anggaran yang dibutuhkan untuk menangani abrasi di sepanjang 9 kilometer garis pantai Kota Mataram mencapai Rp 450 miliar. Jumlah ini telah diajukan ke pemerintah pusat. Ia berharap, berapa pun bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan maksimal untuk mengatasi abrasi.

Beberapa titik rawan abrasi saat cuaca ekstrem di antaranya Kampung Bugis Ampenan dan kawasan Mapak Indah Sekarbela. Saat ini, penanganan abrasi masih bersifat jangka pendek dengan pemasangan batu boulder dan geobag. Namun, solusi jangka panjang yang lebih permanen sangat dibutuhkan untuk melindungi wilayah pesisir dari kerusakan lebih parah.

Kondisi abrasi yang mengkhawatirkan ini membutuhkan tindakan cepat dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. (chi/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#pesisir #keselamatan #Proyek #Anggaran #Mataram #pantai #Abrasi