LombokPost-Destinasi wisata di Kota Mataram belum mampu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Meski demikian, Mataram yang merupakan ibu kota Provini NTB ini, bisa berperan strategis sebagai daerah transit bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi unggulan di NTB.
"Kami menyadari destinasi kami belum sebanding dengan di tempat lain," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra.
Cahya mengakui wisatawan yang berkunjung ke Lombok lebih tertarik pada wisata alam. Namun, Kota Mataram dapat memanfaatkan posisinya sebagai pintu gerbang menuju destinasi wisata super prioritas seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Gili Tramena di Kabupaten Lombok Utara.
"Kita memang daerah transit. Banyak event di luar Mataram seperti MotoGP, dan kita menangkap peluang dari sana," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan peran tersebut, Dinas Pariwisata Kota Mataram berfokus pada penyelenggaraan event yang menarik minat wisatawan, seperti rencana Pekan Raya Mataram di Pantai Ampenan. Event ini diharapkan memberi pengalaman positif bagi wisatawan yang singgah, sehingga mereka tertarik menghabiskan lebih banyak waktu di kota ini.
Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Mataram menjalin kerja sama dengan daerah sekitar yang memiliki daya tarik wisata alam. Dengan begitu, wisatawan yang transit di Mataram memiliki pilihan lebih beragam.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas agar wisatawan merasa nyaman selama transit," ucapnya.
Meskipun anggaran promosi pariwisata terbatas, Dinas Pariwisata Kota Mataram tetap berupaya memaksimalkan penggunaannya. "Kami maksimalkan apa yang ada saja," katanya.
Tren kunjungan wisatawan ke Mataram mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data Dinas Pariwisata Kota Mataram mencatat jumlah wisatawan asing dan domestik terus bertambah sejak 2020.
Pada 2020, jumlah wisatawan asing tercatat 870 orang, sementara wisatawan domestik mencapai 15.719 orang, dengan total 16.589 kunjungan. Tahun 2021, jumlah wisatawan asing meningkat menjadi 1.032 orang, dan wisatawan domestik melonjak menjadi 159.907 orang, dengan total 160.939 kunjungan.
Peningkatan signifikan terjadi pada 2022, dengan 8.194 wisatawan asing dan 398.525 wisatawan domestik, sehingga total kunjungan mencapai 406.719 orang. Tren positif berlanjut pada 2023, dengan 14.145 wisatawan asing dan 554.360 wisatawan domestik, total mencapai 568.505 kunjungan.
Pada 2024, data menunjukkan lonjakan lebih tinggi, dengan 19.825 wisatawan asing dan 710.860 wisatawan domestik, sehingga total kunjungan mencapai 730.685 orang.
"Data ini menunjukkan Kota Mataram semakin diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," ujarnya.
Cahya menambahkan peningkatan ini menguatkan potensi Kota Mataram sebagai daerah transit. Dengan posisi strategisnya, Mataram menjadi pintu gerbang bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi wisata super prioritas di NTB, seperti KEK Mandalika dan Gili Tramena.
"Kita adalah subsistem untuk mendukung pariwisata super prioritas itu. Mau tidak mau kita harus seperti itu," tandasnya. (chi/r7)
Editor : Akbar Sirinawa