Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pasar Murah untuk Kendalikan Inflasi, Dari Safari Ramadan Wali Kota  Momentum Refleksi dan Kepedulian Sosial

nur cahaya • Rabu, 12 Maret 2025 | 09:35 WIB

 

Mohan Roliskana saat menyampaikan pesan di hadapan jamah yang hadir dalam kegiatan Safari Ramadan di Monjok Culik, Mataram, Selasa (11/3).
Mohan Roliskana saat menyampaikan pesan di hadapan jamah yang hadir dalam kegiatan Safari Ramadan di Monjok Culik, Mataram, Selasa (11/3).
 

 

LombokPost-Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menggelar Safari Ramadan untuk mempererat hubungan antara pemkot dan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Monjok, ini diisi dengan refleksi ibadah, pembangunan daerah, serta solusi menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Mohan menekankan pentingnya bulan Ramadan sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ibadah, dan memperkuat hubungan sosial. Ia bahkan mengaitkan penurunan berat badan dengan refleksi kekhusyukan dalam beribadah.

"Mudah-mudahan ini menandai refleksi kekhusyukan kita dalam beribadah selama bulan Ramadan," katanya, Selasa (11/3).

Dalam kesempatan itu, Mohan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada marbot masjid, guru ngaji, majelis taklim, pedagang kaki lima (PKL), dan kepala lingkungan. Selain itu, disalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp 25 juta untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial.

"Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan," ucapnya.

Untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok, pemkot juga mencanangkan program Pasar Murah yang digelar berbarengan dengan Safari Ramadan.

"Kami mencoba mengombinasikan Safari Ramadan dengan pasar murah. Tentunya, harga barang yang dijual di sini harus lebih murah dari harga di pasaran," tekannya.

Pasar murah ini bertujuan memudahkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau.

"Kami berharap ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang memicu inflasi," tambahnya.

Selain aspek ekonomi dan sosial, Mohan menyoroti pentingnya menjaga keamanan selama Ramadan. Ia mengimbau orang tua mengawasi anak-anak mereka, terutama di malam hari.

"Mohon anak-anak diperhatikan saat malam hari. Jangan sampai mereka terlibat dalam kegiatan yang tidak bermanfaat seperti balap liar, panco, atau perang petasan yang mengganggu ketertiban," tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga. "Jangan sampai anak-anak kita terlibat masalah hukum sehingga tidak bisa menikmati momen puasa dan Lebaran bersama keluarga," tambahnya.

Mohan juga menyinggung pembangunan Kota Mataram. Ia menegaskan pemkot terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, termasuk di bidang kesehatan dan pendidikan.

Ia juga menyinggung situasi pasca Pilkada, di mana perbedaan pilihan politik seharusnya diakhiri demi persatuan dan kemajuan bersama.

"Pilkada sudah selesai. Saatnya kita melepas sekat perbedaan dan bersatu kembali untuk membangun Kota Mataram yang lebih baik," ungkapnya.

Mohan mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepala lingkungan untuk terus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

"Dalam menyampaikan aspirasi serta harapan warga, sekaligus mendukung upaya pemkot dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Mohan menyinggung kebijakan nasional yang sedang diterapkan, termasuk kebijakan efisiensi oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Efisiensi yang dilakukan oleh Bapak Prabowo bertujuan baik, demi kemaslahatan kita semua," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses efisiensi ini, ada beberapa sektor yang mengalami pengurangan anggaran, terutama infrastruktur. Namun, sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas agar layanan masyarakat tidak terganggu.

"Ada banyak hal yang harus kita kurangi, tetapi sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat tetap harus berjalan dengan baik," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Monjok Culik Suhaemi mengungkapkan rasa bangga karena lingkungannya terpilih menjadi lokasi Safari Ramadan.

"Di antara sekian banyak lingkungan, lingkungan kami yang terpilih. Tentu ini kebanggaan bagi kami," katanya. (zad/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
#ramadan #refleksi #Bantuan #PKL #Pedagang #lingkungan #wali kota #pemkot #Uang Tunai