LombokPost-Bulan Ramadan membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Mataram. Kampung Kuliner Ramadan di Teras Udayana menjadi magnet baru bagi warga yang berburu takjil dan menu berbuka puasa.
Kegiatan yang berlangsung sejak 7 Maret ini akan berjalan selama 18 hari. Selain menghidupkan perekonomian lokal, acara ini diharapkan menciptakan ruang positif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menegaskan, Kampung Kuliner Ramadan merupakan upaya pemerintah menghidupkan kawasan Teras Udayana selama bulan puasa. “Selama Ramadan, kita berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk menggelar kegiatan ini,” katanya.
Menurutnya, acara ini juga bertujuan mencegah kawasan tersebut menjadi sepi serta menghindari aktivitas negatif seperti perang sarung yang kerap terjadi di beberapa tempat saat Ramadan. “Kami ingin mengisi Teras Udayana dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Teras Udayana, yang sebelumnya sering dijadikan tempat nongkrong anak muda, kini berubah menjadi pusat kuliner Ramadan. Kehadiran Kampung Kuliner Ramadan diharapkan memperkuat manfaat positif kawasan tersebut selama bulan puasa.
“Kalau tidak ada kegiatan, tempat ini bisa sepi atau malah jadi ajang perang sarung. Jadi, kami berupaya menciptakan kegiatan yang lebih bermanfaat,” kata Cahya.
Pemkot Mataram memastikan kegiatan ini berlangsung tertib. Selain memberikan izin bagi para pedagang, penyelenggara juga berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban di lokasi acara.
Kampung Kuliner Ramadan bukan sekadar tempat jual beli makanan, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan daya tarik wisata Kota Mataram selama Ramadan. Cahya berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar ke depannya.
“Ini bukan menggantikan program CFD, tetapi menciptakan ruang baru untuk kegiatan yang positif. Harapannya, ini bisa terus berkembang,” tekannya.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 UMKM yang telah mendaftar melalui penyelenggara. Berbagai makanan khas Ramadan, mulai dari takjil, makanan berat, hingga hidangan sahur, tersedia bagi pengunjung.
Pasar kuliner ini dibuka sejak pukul 16.30 WITA, memberikan kesempatan bagi warga berburu menu berbuka. “Bisa juga menjadi lokasi ngabuburit. Setelah tarawih, masih ada sajian makanan hingga malam bagi yang mencari menu sahur,” jelas Cahya.
Dengan tingginya animo masyarakat terhadap kuliner Ramadan, para pelaku UMKM optimistis meraih keuntungan besar. Salah satu pedagang, Layla, yang menjual aneka gorengan dan minuman segar, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi.
“Alhamdulillah, ramai terus,” katanya. (zad/r7)
Editor : Akbar Sirinawa