Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anggaran Pendidikan Masih Berkutat Hal Administratif, DPRD Desak Perbaikan Infrastruktur Sekolah

nur cahaya • Jumat, 14 Maret 2025 | 09:25 WIB

 

Nyayu Ernawati
Nyayu Ernawati
 

LombokPost-DPRD Kota Mataram mendesak pemerintah kota lebih fokus memperbaiki infrastruktur pendidikan yang masih banyak mengalami kerusakan. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati menyoroti kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang tidak memadai dan perlu segera diperbaiki.

Ia mencontohkan kerusakan toilet di SMK Negeri 4 Mataram, di mana pintu toilet yang rusak mengganggu kenyamanan siswa. “Kami menemukan fasilitas di beberapa sekolah yang kurang layak. Misalnya, toilet di sekolah tersebut mengalami kerusakan, khususnya pada pintu yang rusak,” katanya, Kamis (13/3).

Ia menekankan masalah seperti itu seharusnya menjadi prioritas. “Jangan terlalu lama dibiarkan tak tertangani,” ujarnya.

Selain kasus di SMK Negeri 4 Mataram, Nyayu juga mengungkapkan sejumlah sekolah di Kota Mataram memiliki fasilitas kurang memadai, mulai dari atap bocor, ruang kelas tidak layak, hingga kurangnya fasilitas sanitasi.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat dan orang tua siswa tentang kondisi sekolah yang belum optimal,” ucapnya.

Menurut Nyayu, kondisi ini berbanding terbalik dengan visi Kota Mataram sebagai daerah dengan sistem pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, ia meminta pemkot memprioritaskan anggaran untuk rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan.

“Pendidikan adalah sektor penting dalam pembangunan daerah. Kalau infrastrukturnya tidak memadai, bagaimana kita bisa berharap kualitas pendidikan meningkat? Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Nyayu menilai alokasi anggaran pendidikan di Kota Mataram masih kurang maksimal, terutama dalam perbaikan infrastruktur sekolah. “Kami melihat anggaran pendidikan masih banyak digunakan untuk hal administratif, sementara rehabilitasi gedung sekolah kurang diperhatikan,” sorotnya.

Dewan mendorong pemkot memperbesar anggaran perbaikan infrastruktur pendidikan dalam APBD tahun berikutnya. Selain itu, DPRD meminta pengawasan lebih ketat dalam penggunaan anggaran pendidikan agar lebih tepat sasaran.

“Kami akan terus mengawal agar anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk hal prioritas. Tidak hanya sekadar seremonial, tetapi langsung berdampak pada kenyamanan dan kualitas belajar siswa,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nyayu meminta pemkot segera menginventarisasi sekolah yang membutuhkan perbaikan mendesak. Ia menekankan persoalan infrastruktur pendidikan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Jangan sampai kita menunggu ada insiden baru bertindak. Kalau bangunan sekolah rusak, bisa saja membahayakan siswa dan guru. Kami minta dinas pendidikan segera turun ke lapangan, cek sekolah yang butuh perbaikan, lalu prioritaskan perbaikannya,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Anak Mataram Zuyyina Naddin menyoroti kondisi infrastruktur sekolah yang rusak, khususnya fasilitas toilet di SMK Negeri 4 Mataram. Ia menyebut pintu toilet rusak tanpa kunci, lampu tidak berfungsi, serta kondisi toilet yang dinilai kurang layak bagi siswa.

“Kondisi dua pintu kamar mandi di SMK 4 yang semuanya tidak ada lampunya. Bahkan, yang masih memiliki pintu pun tidak ada kuncinya, sehingga harus diganjal pakai batu. Itu pun bisa gampang terbuka,” katanya.

Selain toilet rusak, Naddin menyoroti faktor privasi dan keamanan bagi siswa perempuan di SMK 4 Mataram. Ia menjelaskan sekolah tersebut bersebelahan dengan SMK 3 yang mayoritas siswanya laki-laki.

“Toilet yang rusak ini letaknya tidak jauh dari tembok pembatas antara SMK 4 dan SMK 3. Karena pintunya rusak dan tidak ada kunci, siswa perempuan merasa tidak nyaman dan khawatir akan privasi mereka,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini, para siswi harus menggunakan batu atau benda lain untuk menahan pintu saat menggunakan toilet. Namun, ini tidak menjamin keamanan, karena pintu tetap mudah terbuka.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat toilet yang rusak itu bisa dengan mudah diintip dari tembok pembatas antara kedua sekolah. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keamanan dan privasi siswa,” tambahnya.

Sebagai Ketua Dewan Anak Mataram, Naddin meminta pemkot segera menindaklanjuti hal ini. “Kami berharap fasilitas ini segera diperbaiki. Ini adalah kebutuhan dasar siswa di sekolah,” tekannya.

Menurutnya, kondisi toilet yang tidak layak bukan hanya terjadi di SMK Negeri 4, tetapi juga di beberapa sekolah lain di Kota Mataram. Oleh karena itu, ia meminta inventarisasi menyeluruh terhadap infrastruktur sekolah yang rusak.

“Ini bukan hanya soal satu sekolah, tetapi banyak sekolah lain yang mengalami kondisi serupa. Kami ingin ada solusi nyata dari pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan,” ungkapnya. (zad/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
#kerusakan #pendidikan #Infrastruktur #DPRD #Sekolah #pemerintah #Mataram #fasilitas