LombokPost-Harga cabai di Kota Mataram mengalami penurunan signifikan menjelang Idul Fitri.
Upaya mencampurkan cabai lokal dengan cabai luar jenis Juwita dan Baskara terbukti efektif menekan harga dan meringankan beban masyarakat.
"Cabai luar sangat membantu masyarakat," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyu Nida.
Nida mencontohkan, dengan mencampurkan cabai Juwita dan Baskara dengan cabai lokal, harga menjadi lebih terjangkau.
Masyarakat pun merasa terbantu dengan harga yang lebih murah.
Sebelumnya, harga cabai lokal sempat melambung hingga Rp 200 ribu per kilogram, namun kini turun menjadi sekitar Rp 100 ribu.
Sementara itu, cabai Juwita dan Baskara dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp 60 ribu per kilogram.
"Masih di angka itu," kata Nida.
Harga cabai keriting dan cabai merah besar juga turun, kini berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram.
Pemkot Mataram terus berupaya menjaga stabilitas harga cabai hingga 10 hari menjelang Lebaran.
Antisipasi juga dilakukan untuk menghadapi potensi kenaikan harga pasca-Lebaran, terutama saat Lebaran Ketupat.
Pemantauan harga dan pasokan bahan pokok akan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga selama periode Lebaran.
"Kami tetap antisipasi, jangan sampai lengah saat mendekati hari H terjadi lonjakan harga," ujarnya.
Selain cabai, pasokan bahan pokok seperti minyak goreng, bawang merah, dan telur juga stabil. Harga bawang merah berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan telur dijual seharga Rp 60 ribu per tray.
"Masih bertahan di posisi itu," ucapnya.
Meskipun harga ayam, daging ayam, daging sapi, dan tepung biasanya naik menjelang Lebaran, saat ini harga masih stabil dengan permintaan yang belum melonjak.
Hal ini terlihat dari pasar rakyat yang digelar, di mana perputaran uang masih berada di angka sekitar Rp 55 juta per hari.
"Biasanya kalau sudah naik, harga ayam bisa mencapai Rp 50 ribu," tandasnya. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida