LombokPost-Cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram dalam sepekan terakhir menyebabkan belasan pohon tumbang di berbagai lokasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi melaporkan, setidaknya 14 pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan lebat.
"Ada yang pohon kecil, ada yang di pinggir sawah, ada juga sampai aspal yang terangkat," kata Nizar Denny Cahyadi.
Pohon tumbang terjadi di beberapa titik, seperti Pantai Ampenan, Simpang Empat Sweta, Taman Udayana, Jalan Pemuda, dan perumahan warga. Meskipun kondisi pohon masih tergolong bagus, angin kencang dan hujan lebat membuat tanah lembek sehingga akar pohon mudah terangkat.
"Kalau hujan kan tanahnya jadi lembek, jadi cepat terangkat,” jelasnya.
Petugas DLH Kota Mataram langsung diterjunkan untuk mengevakuasi pohon tumbang. Pembersihan dilakukan secepat mungkin agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
DLH Kota Mataram terus melakukan perampingan pohon untuk mengurangi risiko tumbang. Namun, penanganan pohon di dalam rumah menjadi tanggung jawab pemilik rumah, sedangkan DLH menangani pohon di fasilitas umum.
“Kalau yang kemarin tumbang di halaman rumah warga, kita bantu pengangkutannya sekalian,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Irwan Rahadi melaporkan, delapan pohon tumbang tersebar di beberapa ruas jalan di Kota Mataram.
"Ada di jalur utama, daerah Ampenan, dan Rembiga," kata Irwan Rahadi.
Pohon-pohon yang tumbang umumnya berada di median jalan, seperti pohon tunjung. Selain itu, angin kencang disertai hujan lebat juga menyebabkan satu rumah warga di Turida rusak setelah atapnya diterbangkan angin.
"Atapnya diterbangkan," ujar Irwan Rahadi.
BPBD Kota Mataram telah memberikan bantuan sementara dengan memasang terpal pada rumah warga yang terdampak. Selanjutnya, BPBD akan melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Sudah difasilitasi dengan atap sementara menggunakan terpal. Selanjutnya akan diasesmen dan dibahas bersama dinas terkait," ujarnya.
Irwan Rahadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan hujan lebat. Warga juga diminta segera melaporkan potensi bahaya pohon tumbang. (chi/r7)
Editor : Prihadi Zoldic