Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pascalibur Lebaran, RSUD Ruslan Kota Mataram Bersiap Hadapi Lonjakan Pasien

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 7 April 2025 | 15:04 WIB
PELAYANAN: Salah satu unit layanan yang ada di RSUD Ruslan Kota Mataram untuk pengambilan obat.
PELAYANAN: Salah satu unit layanan yang ada di RSUD Ruslan Kota Mataram untuk pengambilan obat.

LombokPost--Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruslan Kota Mataram mempersiapkan diri menghadapi lonjakan jumlah pasien pascalibur Idulfitri 1446 Hijriah.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. Eka Nurhayati, mengatakan setiap tahun, lonjakan pasien pascalebaran merupakan hal yang lumrah, terutama di pelayanan poliklinik.

“Setelah libur lebaran, pasien di poliklinik biasanya melonjak, bisa sampai dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa,” ujarnya, Senin (7/4/2025).

Untuk mengantisipasi antrean yang menumpuk, pihak RSUD Ruslan telah menyiapkan layanan poli sore selain pelayanan pagi.

Langkah ini diambil agar pasien tetap terlayani dengan baik tanpa harus menunggu terlalu lama.

“Kalau poli pagi penuh, kami alihkan ke poli sore. Jadi tetap bisa dilayani di hari yang sama. Selain itu, kami juga sudah menerapkan sistem pendaftaran online, sehingga bisa dipantau jumlah antrean dan kapasitas pelayanan,” jelasnya.

Dokter Eka memperkirakan, lonjakan pasien akan mulai terasa sejak hari pertama layanan dibuka kembali pascalibur.

Pada hari-hari biasa, jumlah pasien yang datang berkisar antara 900 hingga 1.000 orang per hari.

Namun saat musim pascalebaran, jumlah itu bisa meningkat menjadi 1.200 hingga 1.300 pasien per hari.

“Tapi kita sudah siap, karena ini hal yang sudah biasa terjadi setiap tahun,” ungkapnya.

Adapun keluhan yang paling banyak ditemui pascalebaran adalah gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan berlemak, santan, dan tinggi gula selama hari raya.

Selain itu, keluhan seperti nyeri ulu hati, demam, batuk, serta infeksi saluran pernapasan (ISPA) juga mendominasi.

“Pasien biasanya datang dengan keluhan seperti nyeri lambung, nyeri ulu hati, batuk, demam, dan ISPA. Kebanyakan karena pola makan selama Lebaran, seperti makanan tinggi lemak dan santan,” katanya.

Meskipun menghadapi peningkatan jumlah pasien, dokter Eka memastikan bahwa tidak ada penambahan khusus untuk jumlah tenaga medis.

Namun demikian, seluruh tenaga medis sudah dijadwalkan masuk sejak hari pertama layanan dibuka kembali, tanpa ada yang diizinkan untuk mengambil cuti tambahan.

“Besok semua petugas sudah masuk. Tidak boleh ada yang izin, karena pelayanan harus tetap maksimal meskipun habis libur panjang,” tegasnya.

Dengan sistem layanan yang fleksibel, RSUD Ruslan optimistis tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, sekalipun menghadapi lonjakan pasien pascalibur lebaran. 

“Sudah menjadi komitmen kami untuk melayani sepenuh hati,” tegasnya. (zad)

 

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #penyakit #lebaran #RSUD Ruslan #medis