LombokPost--Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalokasikan anggaran hampir Rp 800 juta untuk merenovasi sejumlah taman kota dan median jalan sepanjang tahun 2024.
Fokus renovasi tahun ini antara lain adalah perbaikan taman median Jalan Adi Sucipto yang telah mengalami kerusakan cukup parah akibat akar tanaman yang membesar.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan, median jalan tersebut merupakan infrastruktur lama yang dibangun sejak tahun 2002, pada masa Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, masih menjadi kabid di dinas pertamanan.
“Median jalan itu sudah lama tidak direnovasi, hanya dicat dan direhab sedikit. Sekarang akarnya sudah besar, merusak struktur median, sehingga kami anggarkan tahun ini untuk diperbaiki secara total,” kata Denny, Senin (8/4/2025).
Renovasi median jalan itu menjadi satu-satunya pekerjaan median yang masuk dalam skema perbaikan tahun ini karena kerusakannya dinilai paling signifikan.
Adapun taman lain yang masuk dalam daftar perbaikan dan penataan adalah lanjutan Taman Adi Sucipto dengan pembangunan air mancur, serta penataan taman di kawasan Lapangan milik TNI Angkatan Udara.
Tak hanya itu, DLH juga akan melakukan penanaman bunga di sepanjang kiri dan kanan Jalan Tuan Guru Faisal, tepatnya dari batas Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat hingga ke pertigaan GOR Turide.
“Di kiri kanan jalan itu ada ruang sekitar 60 cm antara trotoar dan lahan milik warga, itu milik fasilitas umum. Di situ kita tanam bunga agar terlihat lebih asri,” tambahnya.
Total anggaran untuk seluruh pekerjaan tersebut diperkirakan mendekati Rp Rp 600 juta, mencakup renovasi median, pembangunan air mancur, dan penataan taman-taman kecil lainnya. “Kisaran anggarannya tidak sampai Rp 800 juta untuk semua, termasuk perbaikan di Adi Sucipto, Taman di lapangan TNI AU, dan penataan kiri-kanan jalan itu,” jelasnya.
Upaya revitalisasi taman dan ruang hijau ini menjadi bagian dari program pemerintah kota dalam memperkuat identitas Mataram sebagai kota yang bersih, hijau, dan layak huni.
DLH menargetkan seluruh pekerjaan fisik bisa dimulai setelah Lebaran 205 dan rampung sebelum akhir tahun anggaran.
“Anggarannya ada juga kita dibantu dari pokir (anggota dewan),” terangnya. (zad)
Editor : Kimda Farida