Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PUPR Mataram Wujudkan Sistem Sanitasi yang Baik dan Aman, Proyek IPAL Tanjung Karang Jalan Terus

nur cahaya • Kamis, 10 April 2025 | 17:45 WIB

 

Lale Widiahning
Lale Widiahning
 

LombokPost-Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di Tanjung Karang tetap berjalan. Proyek senilai sekitar Rp 1,3 triliun itu dipastikan tidak terdampak kebijakan refocusing atau efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Nggak kalau itu,” singkat Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning,  Selasa (8/4).

Lale menjelaskan proyek IPAL komunal bersumber dari pinjaman Bank Dunia, bukan dari APBN maupun APBD yang bisa terkena refocusing.

“Anggaran yang kena refocusing untuk APBN dan APBD, sedangkan proyek IPAL komunal bersumber dari dana pinjaman Bank Dunia sehingga tidak terdampak,” tegasnya.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan sanitasi, khususnya di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela yang menjadi wilayah layanan awal.

Photo
Photo

Saat ini proyek masih dalam tahap lelang atau tender internasional. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun karena nilai proyek yang besar. “Tahun 2025 tahapnya masih proses tender tingkat internasional, sedangkan untuk pembangunan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan tahun 2026,” jelasnya.

Tender internasional ini mencakup dua kegiatan utama: pembangunan jaringan perpipaan limbah dan instalasi pengolahan air limbah (wastewater treatment plant/WWTP).

“Tender proyek pembangunan IPAL komunal tersebut dilakukan untuk dua kegiatan yaitu satu jaringan dan satu lagi WWTP atau IPAL,” kata Lale.

Tender tingkat internasional dinilai perlu karena skala proyek yang besar serta kebutuhan keahlian khusus di bidang pengelolaan air limbah.

Selama proses tender berlangsung, Pemkot belum melakukan pembangunan fisik. Namun, komitmen untuk menjaga lahan seluas 3,5 hektare di Tanjung Karang tetap dijalankan.

“Lahan tersebut kami jaga agar jangan sampai ada orang buang sampah, atau mau menggunakan lahan itu. Kemarin pernah ada yang mau menggunakan untuk menyimpan barang bekas, tetapi langsung kami tertibkan,” ungkap Lale.

Pemagaran dilakukan untuk menjaga agar lahan tetap steril hingga konstruksi dimulai. Pembangunan IPAL komunal ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan limbah rumah tangga di Kota Mataram. Sistem pengolahan terpusat ini diharapkan meningkatkan kualitas lingkungan dan menjamin kesehatan masyarakat.

Layanan awal mencakup 13.500 sambungan rumah tangga di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela. Ini menjadi langkah awal menuju sistem sanitasi yang baik dan aman di seluruh Kota Mataram.

Dengan anggaran yang aman dari refocusing, Pemkot optimis proses tender berjalan lancar dan pembangunan fisik IPAL komunal terealisasi pada 2026, membawa manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan. (chi/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#wilayah #pinjaman #sanitasi #ipal #Mataram #tender #konstruksi