LombokPost-Pantai eks Pelabuhan Ampenan bersiap menyambut kunjungan kenegaraan sejumlah duta besar asing pada Kamis, 8 Mei 2025. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudera mengungkapkan, kawasan heritage di Ampenan menjadi salah satu fokus utama dalam agenda kunjungan para tamu penting tersebut di Kota Mataram.
"Kurang lebih 45 menit hingga 1 jam, para duta besar akan berada di pantai Ampenan untuk melihat langsung spot-spot heritage yang ada di sana," kata Cahya Samudera.
Cahya menambahkan, Dinas Pariwisata Kota Mataram berupaya maksimal untuk memberikan kesan terbaik kepada para duta besar, terutama di eks Pelabuhan Ampenan yang kini memiliki wajah baru pasca revitalisasi.
"Kita upayakan memberikan kesan terbaik di eks pelabuhan Ampenan dengan wajah baru dan cerita lama yang ada di sana," jelasnya.
Lebih lanjut, Cahya menuturkan bahwa kunjungan ke Ampenan menjadi istimewa karena Duta Besar Belanda dijadwalkan hadir, mengingat adanya keterikatan sejarah antara Belanda dan kawasan pelabuhan tersebut.
Selain itu, Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi Kota Mataram turut dilibatkan untuk menyajikan produk UMKM berupa makanan khas tradisional, memberikan pengalaman kuliner autentik bagi para tamu. Foto-foto dan informasi mengenai sejarah perkembangan Pelabuhan Ampenan juga akan dipamerkan.
Setelah mengunjungi Ampenan, rombongan yang diperkirakan menggunakan dua bus dan enam kendaraan pengiring ini akan melanjutkan perjalanan ke Museum NTB dan kemudian menuju Islamic Centre yang berlokasi di dekat NTB Mall.
“Jadi ada tiga titik kunjungan yang akan dikunjungi di Kota Mataram," imbuh Cahya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan kebersihan rute yang akan dilalui oleh para duta besar, meskipun mereka dijadwalkan menginap di hotel kawasan Senggigi. Cahya berharap, sambutan yang baik dan kondisi lingkungan yang terjaga akan memberikan citra positif bagi Kota Mataram.
Cahya menekankan bahwa kedatangan sekitar 25 duta besar dari berbagai negara, termasuk Turki dan Belanda, merupakan peluang besar bagi Kota Mataram.
Secara khusus, revitalisasi eks Pelabuhan Ampenan dengan anggaran Rp 4,5 miliar diharapkan dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi para duta besar. Cahya berharap, kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata Kota Mataram, tetapi juga dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara di masa mendatang.
“Kunjungan para duta besar itu sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata di Kota Mataram, dan NTB pada umumnya," tandasnya. (chi/r7)
Editor : Prihadi Zoldic