Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kurikulum Wirausaha Baru sedang Disusun Pemkot Mataram, Efisiensi Anggaran Buat Program Mandek

nur cahaya • Senin, 12 Mei 2025 | 20:34 WIB

 

 

WIRAUSAHA BARU: Seorang pembuat tahu di Kota Mataram saat melakukan penyaringan, beberapa waktu lalu. 
WIRAUSAHA BARU: Seorang pembuat tahu di Kota Mataram saat melakukan penyaringan, beberapa waktu lalu. 

LombokPost - Salah satu program unggulan Pemerintah Kota Mataram di bawah kepemimpinan Wali Kota Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman jilid II adalah mencetak 1.000 wirausahawan baru setiap tahun.

Namun, hingga kini program tersebut belum menunjukkan progres signifikan.

Padahal, formulasi kategori wirausaha baru telah dirumuskan sejak Februari lalu.

Sayangnya, implementasi program ini masih terganjal wacana efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperinkop) UMKM Kota Mataram M Ramadhani mengatakan, kelanjutan program belum dapat dipastikan karena adanya pertimbangan efisiensi.

“Progresnya saat ini masih terputus karena wacana efisiensi anggaran dan sebagainya,” kata M Ramadhani.

Ramadhani menjelaskan, program wirausahawan baru sangat berkaitan dengan proses pendampingan pelaku usaha.

Sebab, pelaku usaha memiliki berbagai level, mulai dari yang baru memulai, yang sudah eksis namun membutuhkan bantuan permodalan atau pemasaran, hingga yang sudah mapan.

Karena itu, pendekatan pendampingan harus disesuaikan.

"Program wirausahawan baru ini diupayakan menjadi pendamping usaha-usaha yang baru agar eksis dan memiliki izin," jelasnya.

Saat ini, Disperinkop UMKM tengah menyusun kurikulum atau panduan untuk menaikkan level usaha menjadi wirausaha baru yang terukur.

Ramadhani menegaskan, tidak semua usaha yang baru berjualan bisa langsung disebut sebagai wirausahawan baru.

Pihaknya merancang kurikulum yang mewajibkan calon wirausahawan mengikuti pelatihan.

Selama enam bulan, perkembangan usaha mereka akan dipantau, termasuk peningkatan omzet dan legalitas usaha.

"Kita kawal, pantau jejak masing-masing usahawan ini. Sehingga kita uji apakah sudah layak dikatakan wirausahawan baru atau tidak," ungkapnya.

Pelatihan akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ramadhani berharap ada sinkronisasi antar OPD agar pelatihan lebih efektif dan efisien.

Photo
Photo

Dengan begitu, peserta tidak perlu mengikuti banyak pelatihan serupa, melainkan fokus pada pendalaman materi.

Misi penciptaan 1.000 wirausahawan baru bertujuan membuka lapangan kerja dan membantu mengentaskan kemiskinan di Kota Mataram.

Untuk itu, Disperinkop akan menyisir data kemiskinan sebagai dasar penetapan sasaran program.

Diharapkan, tahun ini sudah dapat diidentifikasi calon-calon wirausahawan baru dari kelompok masyarakat miskin.

Namun, dengan adanya wacana efisiensi anggaran, pelaksanaan program ini belum dapat dipastikan kapan bisa dieksekusi secara penuh. (chi/r7)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #EFISIENSI ANGGARAN #Wirausaha #pelatihan #pendampingan