LombokPost – Upaya peningkatan mutu layanan kesehatan di Kota Mataram kini memasuki babak baru. Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, MARS., MH., CMC., FISQua, tengah menggulirkan inisiatif strategis yang melibatkan kemitraan erat antara institusi kesehatan daerah dengan kampus-kampus ternama, baik lokal maupun nasional.
Salah satu langkah utamanya adalah menjadikan seluruh puskesmas di Kota Mataram sebagai lahan praktik bagi mahasiswa kedokteran, farmasi, dan tenaga kesehatan lainnya. dr. Emirald menuturkan bahwa saat ini ia tengah melakukan roadshow ke berbagai kampus untuk memperkuat jejaring kolaborasi.
“Minggu depan, insyaAllah, Universitas Indonesia (UI) akan menjalin kerja sama. Kita ingin semua puskesmas menjadi tempat praktik, baik untuk mahasiswa S1, S2, bahkan S3. Mahasiswa bisa datang untuk penelitian, magang, atau praktik klinis. Ini menguntungkan kedua belah pihak,” katanya, Sabtu,(10/5/2025).
Ia mencontohkan, saat ini terdapat 31 mahasiswa dari Universitas Jember yang tengah menjalani praktik di Kota Mataram.
Sebagian dari mereka merupakan warga daerah ini yang sedang menempuh pendidikan di luar kota.
Dengan menjalankan praktik di kampung halaman, mereka dapat sekaligus membantu meningkatkan layanan kesehatan lokal dan mendorong perputaran ekonomi, seperti menyewa tempat tinggal dan berbelanja di lingkungan sekitar.
Oleh karenanya, inisiatif ini juga membuka peluang bagi puskesmas untuk mendapatkan nilai lebih sebagai wahana pendidikan.
“Kita harapkan nantinya semua universitas bisa menjadikan puskemas,” jelasnya.
Namun, manfaat terbesar dari program ini bukan hanya dari sisi ekonomi, melainkan dari transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) di lapangan.
“Kami ingin ada sharing knowledge. Dengan kehadiran para akademisi dan mahasiswa, para nakes kita akan lebih terbuka terhadap perkembangan ilmu. Ini juga akan mendukung proses penelitian yang relevan dan aplikatif,” terangnya.
Tak hanya membuka puskesmas sebagai wahana praktik, Dinas Kesehatan juga aktif memfasilitasi peningkatan akses tenaga kesehatan NTB ke institusi pendidikan tinggi.
Salah satu bentuk dukungan nyata adalah pemberian rekomendasi untuk mempermudah proses masuk ke universitas-universitas mitra.
“Dengan hubungan baik ini, kita bisa bantu para nakes agar lebih mudah melanjutkan studi. Itu timbal balik yang sehat,” paparnya.
Salah satu kolaborasi yang tengah digalakkan adalah dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB.
Saat ini UNU telah memiliki Program Studi S1 Farmasi, namun masih dalam tahap pengembangan untuk membuka Program Studi Profesi Apoteker.
“Selama ini lulusan S1 Farmasi UNU harus keluar daerah untuk melanjutkan ke jenjang profesi. Di NTB sendiri, hanya Universitas Mataram (Unram) yang memiliki program tersebut. Jadi perlu ada opsi lain. UNU bisa menjadi penyeimbang. Kita support,” terang dr. Emirald.
Dalam bentuk dukungan konkret, Dinas Kesehatan Kota Mataram akan menurunkan 11 tenaga apoteker untuk menjadi pembimbing praktik. Masing-masing puskesmas mengusulkan satu apoteker untuk mendampingi mahasiswa profesi di masa yang akan datang.
“Kami tidak hanya mendampingi secara teknis, tetapi juga secara administratif. Ada pembinaan dari sisi struktural, termasuk melalui surat keputusan bersama antara dinas dan universitas. Kita bantu memperkuat SDM mereka,” tambahnya.
Senada dengan pernyataan dari Dinas Kesehatan, Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, juga menyampaikan antusiasme kampusnya terhadap kerja sama ini.
Menurutnya, UNU sangat membutuhkan wahana praktik untuk mahasiswanya, terutama dalam pengembangan Program Studi Profesi Apoteker.
“Kami tentu sangat menginginkan kolaborasi ini,” katanya.
Kolaborasi ini tidak hanya menjadi angin segar bagi dunia pendidikan dan kesehatan di Kota Mataram, tetapi juga menjadi contoh konkrit bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dapat saling menguatkan.
Dengan visi yang holistik dan strategi yang inklusif, kedua belah pihak berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan layanan kesehatan di Kota Mataram sekaligus mencetak tenaga kesehatan yang unggul dari tanah sendiri.
“Semakin banyak praktik, semakin banyak interaksi, semakin tinggi kualitas SDM kita. Dan itu adalah investasi jangka panjang yang paling bernilai,” pungkasnya. (zad)
Editor : Kimda Farida