Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siaga Anomali Cuaca, BPBD Kota Mataram Ajak Masyarakat Bersama Mitigasi Bencana

nur cahaya • Jumat, 16 Mei 2025 | 06:00 WIB

 

Photo
Photo

LombokPost BPBD Kota Mataram mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu.

Hujan lebat yang terjadi belakangan ini merupakan anomali cuaca, dengan dampak yang tidak merata di berbagai wilayah, termasuk di Kota Mataram.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini, dampaknya di lapangan tidak merata.

"Ini termasuk anomali cuaca ya," ujar Plh Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Akhmad Muzaki, Rabu (14/5).

Ia menjelaskan, tekanan iklim dan cuaca memengaruhi pembentukan awan dan turunnya hujan.

Dalam kondisi yang sulit diprediksi, potensi angin kencang dan hujan deras sulit dihindari.

"Kalau kita lihat beberapa hari kemarin itu kan sudah diberitahukan bahwa akan terjadi hujan lebat, tapi ada titik-titiknya. Kayak di Mataram di daerah Mandalika, kemudian kalau di Ampenan ke sini biasa aja rata-rata. Nah ini yang disebut anomali," jelasnya.

Sejumlah titik di Kota Mataram juga sempat dilanda banjir dan genangan beberapa bulan lalu. Ia menyebut beberapa penyebab genangan antara lain kontur tanah lebih rendah dari permukaan air atau saluran drainase, serta kerusakan atau sumbatan saluran akibat sampah.

Salah satu contoh, tembok SD di BTN Sweta roboh akibat hujan deras dan genangan air setinggi hampir satu meter selama lebih dari satu jam.

Muzaki menambahkan, meskipun sebagian besar wilayah Kota Mataram terlihat aman saat hujan, dampak signifikan justru terjadi di wilayah tertentu seperti Mandalika. Hal ini memperkuat indikasi adanya anomali cuaca.

Ia juga meminta masyarakat lebih proaktif dalam mitigasi bencana, seperti membersihkan saluran air dan selokan.

Terkait nelayan di kawasan pesisir, Muzaki mengatakan kondisi saat ini masih relatif aman.

Namun, ia mengingatkan agar tetap waspada, mengingat aktivitas pelabuhan sempat dihentikan beberapa hari lalu akibat cuaca buruk.

ANOMALI CUACA: Tiga orang remaja mengendarai sepeda motor di tengah hujan beberapa waktu lalu. Masyarakat Kota Mataram diminta waspada anomali cuaca.
ANOMALI CUACA: Tiga orang remaja mengendarai sepeda motor di tengah hujan beberapa waktu lalu. Masyarakat Kota Mataram diminta waspada anomali cuaca.

"Kalau kawasan pesisir kita aman, tetapi tetap harus waspada. Buktinya kalau saya tidak salah, Lembar tutup ya. Artinya, iklim kita, cuaca kita juga lagi tidak seimbang gitu ya. Tidak merata ya," tandasnya. (chi/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#Kota Mataram #anomali cuaca #BPBD #Mitigasi Bencana #Hujan