Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perbaikan Jalan Berlubang dengan Swakelola, PUPR Kota Mataram Minta Tambahan Anggaran Tambal Jalan

nur cahaya • Kamis, 22 Mei 2025 | 16:11 WIB

 

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahningsaat paparkan kebutuhan anggaran tambahan buat tambal jalan.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahningsaat paparkan kebutuhan anggaran tambahan buat tambal jalan.
LombokPost   Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram berencana mengajukan tambahan anggaran Rp 50 juta melalui APBD Perubahan 2025.

Usulan ini untuk memperkuat kegiatan pemeliharaan jalan berlubang demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

“Kalau anggaran yang sekarang tidak cukup, mungkin akan kita ajukan lagi dana tambahan meski tidak banyak, sekitar Rp50 juta. Mudah-mudah bisa,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning.

Baca Juga: PUPR Mataram Wujudkan Sistem Sanitasi yang Baik dan Aman, Proyek IPAL Tanjung Karang Jalan Terus

Ia menyebutkan, anggaran perbaikan jalan tahun ini sebesar Rp 160 juta kemungkinan tidak mencukupi. Jumlah titik jalan berlubang yang ditemukan tahun ini cukup banyak.

Lale mengatakan, pihaknya tetap bertanggung jawab memperbaiki jalan yang rusak, termasuk jalan berstatus provinsi.

Langkah ini diambil karena Pemerintah Provinsi NTB belum mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut. “Kita tidak tahu ya, belum ada anggaran atau memang belum turun,” jelas Lale.

Baca Juga: Sejumlah Bangunan di Dasan Cermen Caplok Sempadan Sungai, Nyali PUPR Mataram untuk Penertiban Diuji

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Mataram tidak mungkin membiarkan jalan rusak di wilayahnya, meskipun menjadi kewenangan provinsi.

Dalam perbaikan jalan tersebut, PUPR menerapkan sistem swakelola. Anggaran digunakan untuk membeli bahan seperti aspal dan pasir, sementara pengerjaan dilakukan oleh petugas dan alat milik dinas.

“Sebenarnya, sekian jam ada lubang harus kita tangani,” ujar Lale.

Baca Juga: PUPR Mataram Tak Mau Gegabah Tindak Pelanggaran di Sempadan Sungai

Terkait kerusakan akibat pipa PDAM, ia menyatakan PDAM bertanggung jawab atas perbaikannya. Namun, PDAM cenderung hingga kerusakan terjadi di banyak titik, berbeda dengan menunggu respon cepat yang dilakukan PUPR.

Meski tak mengukur titik rawan tenggelam, Lale mengatakan petugas PUPR rutin membuka lubang drainase saat hujan untuk mengurangi genangan udara.

“Sebenarnya jalan-jalan sudah memiliki lubang drain semua. Tapi kadang terhalang sampah. Itu yang menyebabkan muncul genangan,” terangnya.

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah Jalan Dr. Soejono depan Asrama Haji, karena ukuran lubang drainasenya kecil. Jalan ini kini mendapat perhatian dari Balai Jalan.

Photo
Photo

“Apakah ada rencana peninggian jalan atau seperti apa,” pungkas Lale.

Pekan lalu, warga menanam pohon pisang di jalan berlubang simpang tiga Jalan TGH Faesal, Turide, sebagai bentuk protes. Menangapi itu, PUPR langsung menurunkan petugas untuk memperbaikinya. (chi/r7)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #Jalan #petugas #Anggaran #PUPR