Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Kerahkan 220 Petugas Awasi Pemotongan Hewan Kurban, Pastikan Kesehatan dan Keamanan Daging Kurban

nur cahaya • Selasa, 3 Juni 2025 | 08:15 WIB

 

MERAWAT : Seorang peternak sapi di Kota Mataram memberi makan sapi ternaknya, beberapa waktu lalu. 
MERAWAT : Seorang peternak sapi di Kota Mataram memberi makan sapi ternaknya, beberapa waktu lalu. 
 

LombokPost - Dinas Pertanian Kota Mataram menerjunkan 220 personel untuk mengawasi pemotongan hewan kurban di momen Idul Adha 1446 Hijriah.

Pengawasan ini bertujuan memastikan daging kurban yang dibagikan ke masyarakat memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Irwan Harimansyah mengungkapkan, total 220 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal pengawasan ini.

“Jumlah totalnya 220 orang. Terdiri dari 100 mahasiswa Undikma, 80 petugas dari Pemprov NTB, dan 40 dari Dinas Pertanian Kota Mataram,” jelas Irwan.

Tim besar ini merupakan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi NTB, personel Dinas Pertanian Kota Mataram, hingga dukungan signifikan dari mahasiswa Fakultas Peternakan dan Kesehatan Hewan Universitas Mandalika (Undikma).

Keterlibatan mahasiswa Undikma menunjukkan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Untuk memastikan pengawasan yang merata dan efektif di seluruh wilayah Kota Mataram, Dinas Pertanian menunjuk enam koordinator, masing-masing bertanggung jawab di satu kecamatan.

Para koordinator memimpin tim dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh, baik sebelum penyembelihan (ante-mortem) maupun sesudah penyembelihan (post-mortem).

“Setiap kecamatan ada satu koordinator. Mereka akan memastikan setiap titik pemotongan hewan kurban dipantau langsung, termasuk kondisi daging yang akan dibagikan ke masyarakat,” tambah Irwan.

Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko penyebaran penyakit serta menjamin kualitas daging yang diterima masyarakat.

Sebagai bentuk transparansi dan jaminan kualitas, tim pengawas akan menempelkan stiker atau label kesehatan pada setiap hewan kurban yang telah diperiksa dan dinyatakan layak.

Stiker ini menjadi penanda bahwa hewan tersebut telah melalui proses pemeriksaan ketat dan dinyatakan sehat serta bebas dari penyakit, memberikan ketenangan bagi masyarakat penerima daging kurban.

Salah satu fokus utama pengawasan tahun ini adalah pencegahan dan deteksi dini penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta antraks.

Irwan Harimansyah menegaskan, hingga saat ini Kota Mataram berada dalam status bebas PMK dan antraks, khususnya untuk sapi dan kambing yang akan dijadikan hewan kurban.

“Insya Allah Mataram bebas PMK. Kita tetap libatkan dokter hewan untuk memeriksa langsung, dan hewan kurban yang tidak memenuhi syarat tidak akan lolos,” tegasnya.

Selain itu, dua Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemerintah Kota Mataram, yakni RPH Gubuk Mamben dan RPH Majeluk, tetap beroperasi seperti biasa untuk memfasilitasi proses pemotongan hewan kurban secara standar dan higienis.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Kedua lokasi ini menjadi titik penting dalam rantai pengawasan untuk memastikan setiap tahapan pemotongan berjalan sesuai prosedur kesehatan yang ditetapkan.

“RPH tetap kita buka. Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan sebelum dan sesudah pemotongan, termasuk pemantauan distribusi daging,” pungkasnya.

Dengan persiapan matang dan pengerahan personel yang signifikan, Pemerintah Kota Mataram optimistis dapat menjaga kualitas dan keamanan daging kurban yang didistribusikan.

Diharapkan, Hari Raya Iduladha 1446 H berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. (chi/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#Kota Mataram #kurban #hewan #Kesehatan #IDUL ADHA